Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Inovasi Baru Pemda Malaka, Selasa dan Jumat ASN Berbusana Adat
Seni dan Budaya

Inovasi Baru Pemda Malaka, Selasa dan Jumat ASN Berbusana Adat

By Redaksi4 Januari 20221 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH., MH dan Wakil Bupati Kim Taolin.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Awal Tahun 2022, Pemda Malaka menerapkan peraturan Bupati nomor BO.060/85/XII/2021, tentang Penggunaan Pakaian atau Sarung Tenun Ikat Motif Daerah Malaka.

Penerapan itu dilaksanakan pada hari Selasa pertama dalam bulan Januari 2022. Seterusnya akan berlaku hari Selasa dan Jumat setiap minggu.

Inovasi kebudayaan itu dicetuskan pemerintahan Simon Nahak – Kim Taolin (SNKT), mempunyai beberapa tujuan dan manfaat.

Menurut Bupati Malaka Simon Nahak, dengan adanya kewajiban berbusana kain adat, Pemda Malaka sudah menyediakan pasar besar untuk para penenun di kabupaten itu.

“Dibuatkan aturan begini, supaya kain tenun ibu-ibu Deskranasda bisa laku terjual. Kita bisa mandiri secara ekonomi,” ujar Bupati Simon dalam jumpa pers di Aula Kantor Bupati, Selasa (04/01/2022).

Selain manfaat ekonomi, Bupati Simon juga mengatakan, budaya dalam berbusana kain adat adalah ciri khas yang mempunyai nilai jual wisata.

Bupati Simon juga miminta agar para ASN menjadi bagian terdepan dalam promosi budaya Malaka, terutama dalam hal berbusana kain adat.

“Dengan berbusana kain adat Selasa dan Jumat, orang bisa tertarik datang ke Malaka karena budaya khas kita, saling menghargai satu sama lain,” kata Bupati Simon.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Kim Taolin Malaka Simon Nahak
Previous ArticleKeuskupan Ruteng Dorong Pariwisata Holistik dalam Sidang Pastoran Post Natal
Next Article Leo Lelo Jadi Ketua DPD Demokrat NTT, DPC TTU dan Belu Hormati Keputusan DPP

Related Posts

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026

Festival Religi dan Budaya Paroki Wae Nakeng Libatkan 18 UMKM, Dorong Persaudaraan dan Pariwisata Religi

30 Mei 2026

Festival FEAST di Labuan Bajo Tampilkan Olahan Songkol dan Tapa Kolo

5 Mei 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.