Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Puisi-puisi Maria Elviani Jelita
Sastra

Puisi-puisi Maria Elviani Jelita

By Redaksi20 Februari 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Percaya dan Sadar

Memang
Sudah rapuh dunia kita.
Memang
tak jarang kita mengalami krisis iman dan identitas
merasa Kristus bukan jaminan kebahagian,
yang didambakan.
Masalah demi masalah
Membayangi hingga merentas krisis
Masihkah kita berpikir
Bagaimana pandangan Allah tentang diri kita?
Namun, janganlah kalian menjadi kelam.
Di setiap tantangan.
Pasti ada penyelesaian.
Jangan menyerah mencari kehilangan jati diri itu
Ingatlah,
Diri kita telah hilang,
dari tempat asalnya
sekarang kehilangan identitas itu telah,
kita rasakan.
Demikianlah,
Tetap jaga dan percaya
Iman atau kepercayaan,
Sadar, akan siapa diri kita sesungguhnya.

Sadar, tentang kebenaran kasih yang kita peroleh cuma-cuma.
Kasih kita peroleh,
menjadi identitas umat kristiani.
Mari kita renungkan bersama kitab suci.
Tentang iman dan identitas.
Inilah mutiara terindah.
Sebelum akhir menutup mata.

Iman dan Uang

Saat perlahan Tuhan dilupakan
Dan uang mulai disembah
Para manusia krisis iman
Mulai merasakan deritanya
Tanpa Tuhan
Dan tanpa peringatan
Hartamu yang akan memakanmu
Manusia yang telah gelap mata,
Serakah dan lupa akan agama
Terbujuk oleh rayuan penuh nista
Hanya hidup dalam dunia hina

Bukan seperti racun
Yang membunuhmu seketika
Bukan uang yang maha kuasa
Tapi yang maha kuasalah yang memiliki uang
Manusia hanya perlu mencari
Tapi bukan dengan mencuri
Kita hanyalah membutuhkan uang
Bukan untuk menjadi hamba uang
Karena kita halal akan uang
Bukan haus akan uang
Wahai penghuni dunia
Sadarilah!
Ingatlah akan eksistensimu

Materi bukanlah segalanya
Tetapi, imanmu yang membuatmu dekat dengan Tuhan

Kau Masih Tetap Sebuah Inspirasi

Cinta mulai memainkan not-not rindu
Pada dawai senyum dan manis
Adakah kau lantunkan untukku sebaris tentang cinta
Bergema di dinding-dinding asa
Mengikisnya menjadi air mata
Hingga runtuh bersama usia
Pada satnya, di ujung perjalanan
Akan kubingkai binar matamu
Bersama gelagak gairah jiwaku
Menjadi lekukan indah di cakrawala
Dalam lelehan cahaya bulan melumuri langit.
Jika suatu hari nanti
Apabila aksaraku tak terbaca lagi
Tetapi di antara larik-larik sajak ini
Kau masih tetap sebuah inspirasi
Impianku tak kekal abadi
Namun, ada cinta disetiap huruf saja ini
Untukmu menjelma kata menjadikan
Rindu yang terpatri.

Maria Elviani Jelita, Mahasiswi Semester 4 pada STIPAS St Sirilus Ruteng Manggarai Flores-NTT.

Maria Elviani Jelita
Previous ArticlePuisi-puisi Imakulata Murni
Next Article Kertas Pengharapan: Antologi Puisi Lalik Kongkar

Related Posts

Elegi Luka Sang Pemaaf

19 April 2026

Tentang Pintu Kiri dan Pintu Kanan di Surga

19 April 2026

Senja di Atas Batu Sisa

13 April 2026
Terkini

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.