Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kompak Indonesia Desak Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi di Bank NTT
HUKUM DAN KEAMANAN

Kompak Indonesia Desak Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi di Bank NTT

By Redaksi20 Maret 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Kompak Indonesia, Gabriel Goa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (Kompak) Indonesia mendesak Kejati NTT untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) senilai Rp50 miliar oleh Bank NTT dari PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP).

Ketua Kompak Indonesia Gabriel Goa menegaskan, kasus dugaan korupsi senilai Rp50 miliar tersebut tentu saja menjadi pintu masuk untuk mengungkapkan sejumlah kasus-kasus lain di Bank NTT.

“Kasus Bank NTT bukan baru hanya kasus MTN Rp50 miliar, tapi juga kasus-kasus lainnya termasuk dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan oknum pejabat dan pegawai Bank NTT di salah satu kabupaten di NTT,” ujar Gabriel dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Minggu (20/03/2022).

Menurut Gabriel, kasus dugaan korupsi di bank kebanggan pemerintah daerah di Provinsi NTT itu sudah menjadi rahasia umum.

Mirisnya lagi, lanjut dia, para mantan Dirut Bank NTT diduga saling melindungi dan tidak memiliki nurani untuk menyelamat uang orang-orang miskin.

“Yang selalu dirampok hak-hak Ekosob mereka oleh pelaku dan aktor intelektual tindak pidana korupsi di Nusa Tenggara Timur seperti dana Bansos, dana Covid-19, dana bencana, dana Alkes dan dana-dana proyek APBD dan APBN,” imbuh Gabriel.

Sebab itu, tidak hanya Kejati NTT, Gabriel juga mendesak KPK RI untuk serius menindaklanjuti laporan masyarakat dan CSO penggiat antikorupsi terkait kasus-kasus korupsi di NTT.

“Kami juga mendesak Jaksa Agung RI dan KPK RI untuk melakukan supervisi ke Kejati NTT atas kasus Bank NTT yang sedang ditangani Kejati NTT,” tegasnya.

Penulis: Ardy Abba

Bank NTT Gabriel Goa Kabupaten Manggarai Kejati NTT Kompak Indonesia
Previous ArticleMisi Kemanusiaan Stefanus Gandi Institut Terus Berlanjut, Kini Gandeng LPPKPD
Next Article Hanya Debulah Aku

Related Posts

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Pekan Depan, Janda Muda Asal Ngada Jalani Sidang Perdana Dugaan Pencemaran Nama Baik

12 September 2026

Kejari Mabar Geledah Kantor KPU Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp28 Miliar

8 September 2026
Terkini

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.