Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Gedung SDK Lewur Reyot, Begini Respons Pemkab Mabar
HEADLINE

Gedung SDK Lewur Reyot, Begini Respons Pemkab Mabar

By Redaksi17 April 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi gedung Sekolah Dasar Katolik (SDK) Lewur, Desa Lewar, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat yang reyot
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Meski Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) sudah ditetapkan menjadi kota super premium, namun mirisnya masih ada gedung sekolah yang reyot.

Misalnya terlihat di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Lewur, Desa Lewar, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat.

Terpantau wartawan pada Senin (17/04/2023) sore, kondisi gedung sekolah itu memang sangat memprihatikan. Kondisi ini tentu saja jauh berbeda dengan ruangan kelas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang ada di kota.

Bagaimana tidak, sebagian dinding gedung terbuat dari anyaman bambu dan sebagian yang lain terbuat dari papan kayu. Meski lantainya terbuat dari semen dan atapnya dari seng, namun terpantau air masih mengalir bebas dalam ruangan kelas.

Kepala SDK Lewur Berta Andung mengungkapkan, awalnya gedung itu dibuat secara swadaya oleh masyarakat untuk rumah guru komite. Namun, karena murid sangat banyak, maka pihak sekolah memakai gedung itu untuk aktivitas KBM
kelas 3 A dan B.

“Ruangan kami terbatas terpaksa kami gunakan rumah guru untuk jadi ruangan kelas,” kata Berta.

Menurut dia, gedung tersebut sebenarnya sangat tidak pantas digunakan sebagai tempat KBM. Meski begitu, proses KBM tetap berjalan di gedung itu lantaran keterbatasan ruangan kelas.

Berta pun sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat untuk segera merehab ruangan kelas SDK Lewur agar proses KBM bisa berjalan dengan normal, selayaknya yang terjadi pada sekolah-sekolah lain.

Kepala SDK Lewur, Berta Andung saat diwawancarai awak media, Senin (17/04/2023)

Diketahui, sekolah tersebut berdiri pada tahun 1940. Saat ini jumlah muridnya sebanyak 252 orang dan guru 16 orang termasuk dengan operator. Dari total tersebut, ada 9 guru komite, satu orang THL, dan 3 orang PNS.

Terpisah, Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng berjanji esok Selasa (17/04/2023), dirinya meminta Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Yohanes Hani melalui kepala bidang terkait untuk mengecek langsung sekolah tersebut.

“Sore ase (adik), besok saya minta dinas PKO melalui kabid terkait  segera cros cek ke lokasi.tks,” tulis dr. Weng saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Kadis Yohanes, kata Wabup Weng, berjanji akan menugaskan kabidnya untuk mengecek gedung SDK Lewur yang reyot tersebut.

Penulis: Ardy Abba

Dinas PKO Mabar Mabar Manggarai Barat SDK Lewur Yulianus Weng
Previous ArticleStefanus Gandi Ajak Anak Muda untuk Tidak Takut Berpolitik
Next Article Usai Didemo, PT WIKA Bersedia Bayar Uang Para Supplier dan Tenaga Kerja Proyek Jalan ke Golo Mori

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Laka Lantas di Ndoso-Manggarai Barat, Dua Korban Meninggal Dunia

8 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.