Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tercatat Sebanyak 515 Kasus Gigitan Anjing di NTT
NTT NEWS

Tercatat Sebanyak 515 Kasus Gigitan Anjing di NTT

By Redaksi23 Juni 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis peternakan (kanan) dan Kadis Kesehatan (kiri) saat memberikan keterangan pers
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Hingga pertengahan Juni 2023 tercatat sebanyak 515 kasus gigitan anjing di NTT. Demikian dipaparkan Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil, Ina Laiskodat pada Jumat (23/06/2023) siang.

“Sebanyak 515 kasus gigitan anjing yang belum ada gejala 448. Rabies 63, gejala khas rabies 64,” ujar dia merinci.

Dia mengatakan jika pasien yang rawat nginap sebanyak 1 orang.

“Kota kupang belum ada kasus rabies ada beberapa warga yang kena gigitan dan cakaran anjing kita sarankan ke RS.  Kita berharap tidak adalagi kasus kematian karena Sudah ada tiga orang yang meninggal,” kata dia.

Menurut Ina, proses penanganan yang paling mudah sebenarnya bisa di lakukan oleh masyarakat.

“Kalau terjadi gigitan, karena tidak tahu hewan ini rabies atau tidak cuci dengan air yang mengalir dan deterjen.  Setelah dilanjutkan ke sarana kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kadis Peternakan Johanna R. Lisapaly mengimbau masyarakat yang punya agar hewan diikat atau dikandangkan.

“Kabupaten di Pulau Timor selain TTS berstatus terancam. Pemerintah memberikan instruksi ke seluruh daerah di Timor untuk menutup pergerakan dari satu daerah ke daerah lain,” kata Juliana.

Selain itu kata dia, Pemprov sudah melakukan pembentukan Satgas dan posko untuk penanganan linstas sektor.

Soal upaya vaksinasi menurutnya, saat ini giat dilakukan.

“Kami memang setiap tahun selalu melakukan vaksin. Namun dengan kejadian ini sebelumnya 17.500 dosis. Sebanyak 6.000  dosis sudah turun ke TTS,” katanya.

Menurutnya, Pulau Timor belum dilakukan pendataan rerkait dengan populasi anjing.

Kontribusi dan partisipasi dari masyarakat itu penting untuk ikut melakukan edukasi.

“Hingga 23 Juni kasus 515 gigitan di 28 kecamatan dan 130 desa.  Kita berharap bukan semuanya gigitan anjing rabies. Sudah meninggal orang. Saya berharap jangan ada tambah-tambah lagi. Vaksinasi sudah dilakukan 5. 303 ekor di TTS,” tandasnya.

Penulis: Ronis Natom

Kota Kupang
Previous ArticleKasus Pecat Karyawan, Begini Komitmen Pengacara PT Bumi Indah
Next Article Negeri Demokrasi

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.