Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Walhi NTT Gelar Festival Lingkungan Hidup 2024
NTT NEWS

Walhi NTT Gelar Festival Lingkungan Hidup 2024

By Redaksi16 Juni 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kelompok tani memamerkan hasil kebun saat Festival Lingkungan Hidup di Kantor Walhi NTT pada Sabtu, 15 Juni 2024
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) NTT berkolaborasi dengan Yayasan SHEEP Indonesia mengadakan festival lingkungan hidup 2024 bertajuk “Kembali ke Alam.”

Festival yang diadakan di kantor Walhi NTT pada Sabtu, 15 Juni 2024 itu dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2024.

Festival mengangkat tema “Melindungi, Memperkuat, Memperluas Wilayah Kelola Rakyat dan Mencegah Pemburukan Krisis Ekologi di Nusa Tenggara Timur.”

Kegiatan ini menghadirkan berbagai jejaring lembaga sosial dan masyarakat.

Festival juga menyelenggarakan sesi panel diskusi bertajuk Batukar Pengetahuan tentang Ekologi (Bapote) yang memberikan gambaran rinci tentang persoalan ekologi di Nusa Tenggara Timur.

Deputi Walhi NTT Yuvensius Nonga menjelaskan, diskusi ini bertujuan untuk merefleksikan dan membahas permasalahan lingkungan terkini di NTT, serta mengkaji kebijakan pembangunan yang seharusnya ramah lingkungan dan mengedepankan keadilan ekologi.

Yuvens menjelaskan, festival ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni.

“Kenapa penting angkat kembali festival ini, karena situasi kita di NTT diperhadapkan ancaman besar yakni krisis iklim yang berdampak pada seluruh aspek,” katanya.

Selain itu, Yuven menekankan bahwa kebijakan pembangunan yang tidak tepat dapat menambah kerentanan masyarakat, terutama kelompok rentan. Krisis iklim telah mengubah cara masyarakat memahami dan merespons tanda-tanda alam, yang dahulu sangat akurat dalam memprediksi cuaca.

Sementara itu, Rossi Yunior Nugroho Manager Area Yayasan SHEEP Indonesia Cabang Kupang menyatakan pentingnya menangani masalah perubahan iklim yang mengancam NTT.

“Isu kita sejalan dengan Walhi yakni bagaimana kita hadapi masalah perubahan iklim yang mengancam NTT,” katanya.

Festival ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang baik mengenai masalah pangan, energi, dan sampah.

Melalui festival ini, masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya pelestarian lingkungan.

Pemerintah juga diharapkan mendorong kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat adat dan ramah lingkungan.

Penulis: Ronis Natom

Hari Lingkungan Hidup Walhi Walhi NTT
Previous ArticleMengulas Sekilas Beberapa Makna Simbolik Babi melalui Lensa Kebudayaan Manggarai
Next Article Yamaha STSJ Ajak Konsumen Rasakan Keunggulan Produk Classy Yamaha

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.