Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Figure»Yohanes Lado, Lurah Danga yang Dikenal Visioner dan Kontroversial
Figure

Yohanes Lado, Lurah Danga yang Dikenal Visioner dan Kontroversial

By Redaksi6 Agustus 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lurah Danga, Yohanes Lado (Foto: Dok. Yohanes Lado)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT – Yohanes Lado, Lurah Danga Kabupaten Nagekeo dikenal visioner. Ia kerap menjadi sorotan publik karena kebijakannya yang inovatif dan terkadang kontroversial.

Sebagai seorang mantan aktivis semasa kuliah, Yohanes Lado memiliki rekam jejak yang kuat dalam berbagai organisasi, baik intra maupun ekstra kampus. Kini, sebagai pemimpin di Kota Mbay, ia terus membawa semangat aktivismenya dalam menjalankan tugas.

Yohanes Lado telah memperkenalkan sejumlah kebijakan baru yang belum pernah diterapkan oleh para Lurah Danga sebelumnya. Salah satunya adalah kebijakan kota yang ramah anak dan perempuan.

Yohanes berpendapat bahwa suasana Kota Mbay harus bisa meniru kota-kota di Eropa, di mana setiap perempuan dan anak diberikan hak yang sama dengan laki-laki untuk mengakses taman kota yang hijau, taman bermain, serta pusat-pusat olahraga.

Menurut Yohanes, penting bagi Kota Mbay untuk menjadi tempat yang inklusif dan ramah bagi semua warganya.

Ia berkomitmen untuk menjadikan Kota Mbay sebagai Kota yang egaliter, Kota untuk Semua (city for all).

Kota yang selalu dirindukan oleh semua generasi Nagekeo untuk kembali membangun bersama setelah mereka selesai mengenyam pendidikan tinggi di berbagai provinsi maupun ibu kota negara.

Kota yang pro lingkungan, pro perempuan, pro generasi. Semua orang boleh hidup berdampingan dengan multi profesi, multi etnik, multi kultur dalam kesetaraan.

Meskipun kebijakannya ini mendapat tanggapan beragam, Yohanes tetap teguh pada visinya.

Sebagai pemimpin, Yohanes Lado menyadari bahwa setiap pemimpin di dunia tidak pernah lepas dari kontroversi.

Ia memahami bahwa latar belakang sosial dan tingkat pendidikan yang berbeda dari semua penghuni kota dapat mempengaruhi penerimaan terhadap kebijakannya.

Namun, Yohanes tidak melihat kontroversi sebagai hal yang negatif. Sebaliknya, ia menganggapnya sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan.

Lebih dari itu, Yohanes Lado selalu terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari semua elemen masyarakat.

Baginya, umpan balik dari warga adalah hal yang sangat berharga dan diperlukan untuk membentuknya menjadi pemimpin yang lebih baik, baik dari segi kepribadian maupun kepemimpinan.

Ia percaya bahwa dengan mendengarkan berbagai pandangan, ia dapat terus memperbaiki diri dan kebijakannya demi kebaikan bersama.

Dengan dedikasi dan visinya yang kuat, Yohanes Lado terus berupaya menjadikan Kota Mbay sebagai tempat yang lebih baik bagi semua warganya.

Meskipun langkah-langkah yang diambilnya sering kali kontroversial, semangatnya untuk menciptakan perubahan positif tetap tidak pernah padam.

Warga Kota Mbay dapat berharap bahwa di bawah kepemimpinan Yohanes Lado, kota ini akan terus berkembang menjadi kota masa depan yang lebih modern dan inklusif.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Kelurahan Danga Lurah Danga Nagekeo Yohanes Lado
Previous ArticleAntonius Moti Punya Potensi di Pilkada Nagekeo 2024
Next Article Kilas Balik Tudingan Intimidasi Kejari Ngada terhadap Gaspar Laya

Related Posts

Mantan Kabag Ops Polres Nagekeo Diduga Bawa Kabur Anak Usia 5 Tahun

28 Mei 2026

Proyek Waduk Lambo Terhenti Tiga Bulan, Tokoh Masyarakat Desak Pemda Nagekeo Bertindak

17 Mei 2026

Lansia Ditemukan Tewas di Kebun, Warga Desa Aewoe Menunggu Identifikasi Polisi

5 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.