Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Melki Laka Lena Prioritaskan Penurunan Sunting di NTT
KESEHATAN

Melki Laka Lena Prioritaskan Penurunan Sunting di NTT

By Redaksi13 Januari 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Melki Laka Lena saat rapat kolaborasi lembaga dan perguruan tinggi di Jakarta, Senin, 13 Januari 2025 (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) terpilih, Emanuel Melkiades Laka Kena bakal memprioritaskan penurunan angka sunting di NTT dalam agenda pembangunan ke depan.

Berdasarkan hasil survei kesehatan Indonesia (SKI) 2023 prevalensi stunting pada balita di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 37,9 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa 37 hingga 38 dari 100 balita di Provinsi NTT mengalami stunting.

Angka ini menjadikan NTT sebagai provinsi kedua dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Indonesia setelah Provinsi Papua Pegunungan.

Sebagai salah satu provinsi dengan angka stunting tertinggi, menurut Melki, NTT membutuhkan langkah konkret dan terintegrasi untuk mengatasinya.

“Generasi yang sehat dan cerdas adalah fondasi bagi kemajuan daerah dan bangsa. Oleh karena itu, penurunan stunting menjadi prioritas utama kami,” kata Melki dihubungi Vox NTT usai pertemuan kolaborasi kementerian/lembaga dan perguruan tinggi di Jakarta, Senin, 13 Januari 2025.

Ketua DPD I Partai Golkar NTT itu menjelaskan, diskusi dalam pertemuan tersebut fokus pada strategi lintas sektor untuk menurunkan angka stunting dan memberantas kemiskinan ekstrem.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menghadirkan solusi nyata,” kata Melki

Ia dan wakilnya Johni Asadoma atau paket Melki-Johni kemudian mengajak seluruh pihak untuk bergandengan tangan dalam mewujudkan Indonesia bebas stunting, dimulai dari NTT.

“Dengan kerja sama yang solid, kami optimistis dapat menghadirkan masa depan yang lebih baik. Mari bangun NTT bersama untuk generasi yang lebih sehat dan cerdas. Ayo Bangun NTT, wujudkan Indonesia bebas stunting!” tegasnya.

Selain itu, lanjut Melki, pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting di Indonesia, dengan NTT dan Jawa Barat sebagai pilot project program kolaborasi nasional.

Penulis: Ronis Natom

Emanuel Melkiades Laka Lena Melki Laka Lena Stunting Stunting NTT
Previous ArticleTim Kuasa Hukum Buktikan Keaslian Ijazah Wabup Rote Ndao Terpilih saat Sidang di PTUN
Next Article Menanti Ketegasan Aparat terhadap Pelaku Ilegal Fishing di Nagekeo

Related Posts

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

GAMKI NTT Luncurkan ‘Road to Event Academy’ untuk Cetak SDM Ekonomi Kreatif

29 Mei 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.