Mbay, VoxNTT.com – Sebanyak tujuh perahu nelayan di Pantai Konge, Kelurahan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, dilaporkan tenggelam setelah wilayah tersebut diterjang banjir bandang pada Senin, 8 September 2025, sore hari.
Ketua RT 20 Konge, Wardah Pua Dawe (28), menuturkan bahwa banjir datang dari arah gunung dan mulai melanda wilayah Konge sekitar pukul 14.00 Wita.
“Banjir pertama pada pukul 14.00 Wita menenggelamkan lima perahu nelayan. Kemudian banjir kedua terjadi sekitar pukul 16.30 Wita dan kembali menenggelamkan dua perahu,” jelas Wardah.
Ia menjelaskan, derasnya volume air banjir yang bertemu dengan air laut pasang menyebabkan terbentuknya pusaran air yang kuat, yang diduga menjadi penyebab utama tenggelamnya ketujuh perahu tersebut.
“Ini baru pertama kali banjir sampai menenggelamkan perahu,” ujarnya.
Akibat kejadian ini, seluruh aktivitas melaut dihentikan sementara karena dikhawatirkan akan terjadi bencana susulan.
Camat Nangaroro, Agustinus Egho Wea mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk penanganan lebih lanjut.
Menurut Agustinus, hujan deras yang mengguyur wilayah Nangaroro juga memicu kerusakan di sejumlah titik lain. Akses jalan penghubung antara Desa Odoute dan Wodomia dilaporkan putus total, sementara longsor terjadi di beberapa lokasi seperti ruas jalan di Desa Nataute dan sejumlah desa lainnya.
Longsoran tanah juga hampir mengubur rumah warga di RT 18, Kelurahan Nangaroro, serta mengancam akses jalan utama dari Nangaroro menuju Kecamatan Keo Tengah.
Di ruas jalan Ende – Bajawa, tepatnya di Desa Nataute, satu unit kendaraan tronton nyaris masuk ke dalam jurang setelah terpental dari badan jalan akibat dorongan material longsoran saat sedang melintas.
Ketua RT 14, Paskalis Mengi mengatakan, luapan air sungai juga mengancam rumah-rumah warga di bantaran Kali Kodidewa.
“Kamar mandi salah satu rumah warga bahkan sudah hanyut dibawa banjir,” ungkapnya.
Beberapa unit rumah juga dalam kondisi terancam karena pondasi mulai menggantung di bibir kali Kodidewa.
Menanggapi kondisi tersebut, anggota DPRD Nagekeo dari Partai NasDem, Anton Sukadame Wangge, mendesak agar Bupati Nagekeo segera menetapkan status darurat bencana.
Menurutnya, penetapan status darurat sangat penting sebagai dasar hukum agar BPBD dapat menggunakan anggaran tanggap darurat untuk membantu masyarakat terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo belum melakukan langkah penanganan kebencanaan di Kecamatan Nangaroro.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

