Ruteng, VoxNTT.com – Caritas, lembaga kemanusiaan Keuskupan Ruteng terus menegaskan mandatnya sebagai garda terdepan pelayanan kasih. Lembaga ini hadir melalui program pengurangan risiko bencana dan tanggap darurat.
Direktur Caritas Ruteng, RD. Beben Gaguk mengatakan, pihaknya hadir untuk memastikan bahwa setiap warga yang terkena dampak bencana menerima pendampingan cepat dan terukur.
Melalui program tersebut, Caritas bekerja sama dengan Paroki dan KBG agar respon kemanusiaan terhadap musibah bencana yang dialami masyarakat di wilayah Keuskupan Ruteng dapat berjalan efektif.
RD. Beben berkata, sepanjang tahun 2025, Caritas Ruteng telah membantu sedikitnya 17 korban bencana, termasuk sembako untuk umat yang beragama Muslim.
Mekanisme turunnya bantuan mulai dari proses laporan KBG dan Paroki. Selanjutnya Caritas Ruteng melakukan asesement awal sebagai dasar untuk mengambil keputusan.
Setelah asesement, Caritas Ruteng bersama Paroki langsung menyalurkan bantuan, baik berupa uang tunai maupun bahan dan perlengkapan rumah tangga yang dibutuhkan korban bencana.
“Jadi sepanjang tahun 2025 ada 17 keluarga yang kami sudah bantu melalui program pengurangan risiko bencana, semua bantuan turun sesuai mekanisme laporan dari KBG dan Paroki,” jelas RD. Beben, Jumat, 12 Desember 2025.
Meski tidak merinci sasaran bantuan, RD. Beben mengaku pihaknya pernah membantu salah satu umat Paroki St. Mikael Kumba atas nama Merliana Sufanti yang rumahnya terbakar.
Bantuan tersebut menunjukan bahwa lembaga Caritas hadir ke tengah umat melalui program pengurangan risiko bencana dan tanggap darurat.
Tak hanya itu, kata RD. Beben, perhatian Caritas juga menjangkau umat yang sedang sakit. Banyak pasien yang membutuhkan perawatan medis di luar daerah, seperti di Kupang, Bali dan Pulau Jawa.
Dalam banyak kasus, beban biaya transportasi kerap menjadi kendala utama. Karena itu Caritas hadir untuk membantu pasien.
“Caritas sudah pernah membiayai tiket pasien pergi pulang, baik yang ikut udara maupun yang ikut laut,” kata RD. Beben.
Sewaktu bekerja sama dengan lembah Sanpio dan Festival Golo Curu, Caritas juga menyalurkan bantuan Sembako kepada umat Muslim, keluarga penyandang disabilitas yang berdomisili di Stasi Nangarawa Paroki St. Yosef Kisol.
Bapak Hamid, umat Muslim yang menerima bantuan Sembako itu menyampaikan ucapan terima kasih karena bantuan tersebut dinilai sebagai bantuan kasih lintas iman.
RD. Beben menegaskan, kehadiran Caritas di ruang-ruang rapuh seperti ini menjadi tanda bahwa pelayanan kasih gereja tidak dibatasi oleh identitas agama maupun kondisi fisik.
“Seluruh karya ini berakar pada spiritualitas belas kasih yang diajarkan Yesus Kristus. Caritas Ruteng berupaya menghadirkan wajah gereja yang solider sesuai amanat injil,” ungkap RD. Beben.
Penulis: Berto Davids

