Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kejari Kota Kupang Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Obat RSUD SK Lerik
HUKUM DAN KEAMANAN

Kejari Kota Kupang Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Obat RSUD SK Lerik

By Redaksi10 Februari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kajari Kota Kupang, Shirley Manutede (Foto: Ronis Natom/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang sebelumnya telah melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi dana tunjangan bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S. K. Lerik, Kota Kupang.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Shirley Manutede, mengatakan pihak RSUD S. K. Lerik telah mengembalikan dana tunjangan sekaligus kerugian negara dari kasus tersebut senilai Rp1,8 miliar. Hal itu disampaikan Shirley pada Selasa, 10 Februari 2026.

Selain perkara tunjangan tenaga medis, Kejari Kota Kupang juga tengah membidik dugaan korupsi pengadaan obat di RSUD S. K. Lerik Kota Kupang.

Shirley menyebut, saat ini pihaknya masih melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait dugaan tersebut.

“Saat ini, kami sedang lakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) atas dugaan korupsi pengadaan obat pada RSUD S. K. Lerik Kota Kupang,” katanya.

Ia menegaskan, proses pengadaan obat akan ditelusuri untuk memastikan ada atau tidaknya penyimpangan.

“Penyelewengan dan penyimpangan pengadaan obat. Siap sipalah datanya. Kalau memang tidak ada penyimpangan silahkan disiapkan data datanya,” tambahnya.

Shirley mengungkapkan, pihaknya menduga adanya praktik mark up harga dalam pengadaan obat di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

“Kami menduga kuat adanya dugaan Mark up harga dalam pengadaan obat pada RSUD S. K. Lerik Kota Kupang,” ungkap mantan Asisten Pembinaan Kejati NTT itu.

Penulis: Ronis Natom

Kejari Kota Kupang Kota Kupang RSUD S.K. Lerik RSUD SK. Lerik
Previous ArticleKajati NTT Perintahkan Intelijen Telusuri Dugaan Penyelewengan Dana BOS di Dinas P dan K
Next Article Polres Manggarai Panggil Kepala BKPSDM terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen PPPK Paruh Waktu

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Mantan Kadis DP3AKB Manggarai Timur Diperiksa Kejari Manggarai Terkait Dugaan Korupsi Anggaran

22 Juni 2026

Kasus Dugaan Korupsi RSU Undana Kupang Naik ke Tahap Penyidikan

18 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.