Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pemprov NTT Luncurkan Buku “Asa dan Rasa”, Refleksi Setahun Kepemimpinan Melki-Johni
NTT NEWS

Pemprov NTT Luncurkan Buku “Asa dan Rasa”, Refleksi Setahun Kepemimpinan Melki-Johni

By Redaksi9 April 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan buku berjudul Asa dan Rasa yang memuat refleksi setahun program “Ayo Bangun NTT”. Peluncuran berlangsung di Aula El Tari, Kupang, Kamis, 9 April 2026 (Foto: Ronis Natom/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan buku berjudul Asa dan Rasa yang memuat refleksi setahun program “Ayo Bangun NTT”. Peluncuran berlangsung di Aula El Tari, Kupang, Kamis, 9 April 2026.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan prolog sebelum peluncuran resmi buku tersebut. Ia mengatakan buku itu menjadi ruang refleksi atas satu tahun kepemimpinan Melki-Johni di NTT.

“Buku ini bukan sekadar dokumentasi kerja. Dalam nuansa refleksi melihat pembangunan merupakan pencapaian angka melainkan bernilai dan direspon oleh masyarakat,” ujar Johni.

Menurut dia, “asa” mencerminkan harapan kolektif yang dititipkan rakyat, sedangkan “rasa” merupakan pengalaman nyata di lapangan.

“Buku ini bukan berhenti pada narasi tinggal pemerintah. Ada suara optimisitis, ada pesimis dan catatan kritis,”

“Kita berani melihat diri secara jujur untuk melangkah lebih baik ke depan,” katanya menambahkan.

Johni menyebut buku ini menjadi bagian dari refleksi kritis dalam setahun kepemimpinan, sekaligus upaya menentukan arah pembangunan NTT ke depan.

“Kita menyadari bahwa satu tahun adalah fase awal, fondasi telah diciptakan tapi keberlanjutan menentukan arah perjalanan ke depan. Forum ini bukan hanya ruang apresiasi tapi ruang kritis untuk menguji melalui dialog dan perdebatan sehat,”

“Kehadiran bapa ibu sekalian akan memperkaya pengetahuan kita atas isi buku ini. Ke depan tantangan pembangunan NTT tidak mudah tapi semakin kompleks,” katanya menambahkan.

Ia menegaskan pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa kontribusi seluruh elemen masyarakat.

“Setiap kebijakan dievaluasi, program perlu dilihat dampaknya dan stiap kritik perlu dilihat sebagai vitamin,” ujarnya.

Sementara itu, editor buku, Dr. Rudi Rohi, menjelaskan Asa dan Rasa berisi berbagai refleksi, termasuk upaya melihat kembali janji politik Melki-Johni saat kampanye serta implementasinya.

“Ini menjadi semacam proksi pertemuan antarnegara dan warga negara. Gubernur dan wakil gubernur menyampaikan ruang pertemuan antar negara dan warga negara dalam buku ini,” ujarnya.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana itu mengatakan buku tersebut menjadi catatan penting untuk melihat perkembangan pembangunan di Flobamorata.

“Di bagian lain juga dijelaskan soal quick win dan 7 program prioritas. Saya kira ini menjadi catatan bagi kita semua, kepemimpinan yang kokoh ditentukan oleh fondasi yang kuat dan hari ini Melki-Johni berada di bagian itu,” katanya.

Menurut Rudi, meski belum maksimal, sejumlah program sudah mulai berjalan.

“Hari ini program program Melki-Johni sudah mulai berjalan. Ada banyak testimoni yang datang dengan berbagai sudut pandang. Buku ini juga menunjukkan ekositem yang dibangun antara lain OVOP dan lain sebagainya. Ekositem yang dibangun masih membutuhkan waktu dan negeri,” ujarnya.

“OVOP misalnya, kita melihatnya seperti papa lele memindahkan ruang ekonomi dari desa ke kota. Saya kira dalam buku ini meluruskan logika itu. Ada bagian yang menjelaskan akselerasi fiskal daerah,” pungkasnya.

Penulis: Ronis Natom

Buku “Asa dan Rasa” Melki - Johni Pemprov NTT
Previous ArticleGubernur NTT Tegaskan Program MBG Berdampak Multidimensi, Minta Pelaksana Jaga Integritas
Next Article Kejari Manggarai Tahan Tersangka Penimbunan Solar, Termasuk Baba Willy

Related Posts

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026

Organisasi Sipil Berperan Penting Dukung Investasi Hijau

3 Agustus 2026

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.