Ruteng, VoxNTT.com – Keuskupan Ruteng menggelar Sinode IV Sesi II pada 13–17 April 2026 di Wae Lengkas, Ruteng. Agenda ini menitikberatkan pembahasan program pastoral dalam tiga bidang utama yakni, pewartaan, pengudusan, dan persekutuan umat.
Ketua Pelaksana Panitia, RD Andi Jeramat, mengatakan sesi kedua menjadi tahap penting untuk merumuskan arah pastoral yang lebih konkret dan kontekstual.
“Kami ingin memastikan program yang dirumuskan benar-benar berangkat dari situasi nyata umat, bukan sekadar konsep,” ujarnya pada Minggu, 12 April 2026.
Menurut dia, pembahasan dalam sesi ini mencakup penguatan pewartaan, termasuk pemanfaatan ruang digital, pembaruan pelayanan sakramen, serta pengembangan komunitas basis sebagai fondasi kehidupan menggereja.
“Fokusnya sederhana: bagaimana Gereja semakin hadir, relevan, dan menyentuh kehidupan umat sehari-hari,” kata Andi.
Sekretaris Jenderal Sinode IV, RD Martin Chen, menegaskan Sinode IV merupakan kelanjutan sekaligus pembaruan dari arah dasar yang telah dirumuskan dalam Sinode III (2013–2015).
“Selama sepuluh tahun terakhir, arah itu sudah dijalankan. Sekarang kita evaluasi, lalu kita perbarui sesuai tantangan zaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, Sinode IV juga menegaskan komitmen Keuskupan Ruteng untuk menjadi Gereja yang sinodal.
“Artinya Gereja yang berjalan bersama, saling mendengar, dan mengambil keputusan secara bersama dalam terang iman,” kata Martin.
Dalam sesi kedua ini, peserta mendalami bidang pewartaan melalui Kitab Suci, katekese sakramen, katekese umat, serta pewartaan di era digital.
Bidang pengudusan mencakup pelayanan sakramen, sakramentali, dan devosi umat. Adapun bidang persekutuan membahas penguatan Komunitas Basis Gerejawi (KBG), persekutuan stasi, Orang Muda Katolik (OMK), Sekami, dan komunitas rohani.
Sinode IV menggunakan metode 3M: mendengar, menilai, dan memutuskan. Proses ini bertolak dari data konkret kehidupan umat yang dihimpun melalui katekese di KBG, diskusi kelompok terarah, survei, dan observasi lapangan. Hasilnya kemudian direfleksikan dalam terang iman untuk dirumuskan menjadi program pastoral.
Tiga narasumber dijadwalkan hadir dalam sesi ini, yakni Dr. Haryatmoko dari STF Driyarkara Jakarta dengan tema pewartaan digital, Dr. Inosensius Sutam tentang praktik pengudusan dalam tradisi religius, serta Prof. Dr. Yohanes S. Lon mengenai penguatan Komunitas Basis Gerejawi.
Selain itu, Keuskupan Ruteng juga akan meluncurkan program “Keuskupan Ruteng Sayang Anak” dalam perayaan Paskah bersama di Wae Lengkas. Acara tersebut turut mengundang Bupati Manggarai dan Bupati Manggarai Timur.
Sinode IV Keuskupan Ruteng berlangsung dalam empat sesi sepanjang 2026, dengan perayaan puncak dijadwalkan pada 7 Oktober 2026. [VoN]

