Labuan Bajo, VoxNTT.com – Masyarakat Manggarai Barat kehilangan Pater Marselinus Agot, SVD, salah satu aktivis yang dikenal peduli terhadap lingkungan. Imam yang akrab disapa Pater Marsel itu meninggal dunia pada Jumat malam, 17 April 2026, di RS St. Rafael Cancar pukul 23.30 Wita.
Kabar duka tersebut memicu belasungkawa dari berbagai kalangan, termasuk Wakil Ketua DPRD Manggarai Barat Sewargading S.J Putera.
“Yang pertama saya menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya Pater Marsel ke pangkuan Ilahi. Senantiasa dalam doa saya menaruh pengharapan kiranya segala Amal Ibadah almarhum selama berkarya dalam ziarah kehidupannya diterima oleh Tuhan yang Maha Kuasa,” ujar Sewargading kepada VoxNtt.com, Sabtu, 18 April 2026.
Menurut Sewargading, kepergian Pater Marsel merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Manggarai Barat.
Ia menilai almarhum sebagai sosok panutan yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri untuk berbagai kepentingan masyarakat.
Sewargading mengatakan, Pater Marsel dikenal teguh menyuarakan kebenaran dan berani menentang berbagai bentuk ketidakadilan, tanpa memandang siapa yang dihadapi.
“Pada beliau saya belajar tentang pentingnya menjaga kesimbangan antara rasa cinta pada sesama manusia dengan alam, pada beliau saya mendapatkan pelajaran agar kita memampukan diri untuk memperjuangkan sesuatu demi kebaikan orang banyak tanpa membedakan suku, ras dan agama,” kenang Sewargading.
Ia juga mengenang pertemuannya dengan Pater Marsel, yang pernah bercerita mengenai kehadirannya di Kampung Kerora, Desa Pasir Panjang.
Saat itu, Pater Marsel datang untuk mengadvokasi persoalan masyarakat setempat hingga melalui jejaringnya di kementerian, keluhan warga dapat didengar dan ditindaklanjuti.
“Saya berharap semoga semua nilai-nilai moral yang sudah diwariskan oleh beliau menjadi bagian dari karakteristik masyarakat Manggarai Barat. Sekali lagi semoga Pater mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan,” pungkas Sewargading.
Penulis: Sello Jome

