Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Terkini

Nasabah Laporkan Kembali Dugaan Penipuan BNI Life ke Polres Manggarai

18 April 2026

Video Anak Lewati Kawat Berduri di Nagekeo Disorot, Muncul Dugaan Eksploitasi Anak

18 April 2026

Manggarai Barat Berduka, Aktivis Lingkungan Pater Marsel Agot Meninggal Dunia

18 April 2026

Kuasa Hukum Anton Wangge Nilai Desakan Proses Ulang Kasus Tipiring Keliru

18 April 2026

Tim Penjaringan Musprov TI NTT Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pemalsuan Dokumen

17 April 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Video Anak Lewati Kawat Berduri di Nagekeo Disorot, Muncul Dugaan Eksploitasi Anak
HUKUM DAN KEAMANAN

Video Anak Lewati Kawat Berduri di Nagekeo Disorot, Muncul Dugaan Eksploitasi Anak

By Redaksi18 April 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Potongan video saat dua anak melewati kawat berduri yang diduga kuat diskenariokan oleh orangtua mereka untuk memperkeruh konflik di Nangaroro, Kabupaten Nagekeo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNTT.com – Sebuah video yang diunggah media lokal memperlihatkan dua anak berupaya melewati pagar kawat berduri di RT 04, Kelurahan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo. Dalam rekaman itu, pakaian sekolah yang dikenakan salah satu anak sempat tersangkut kawat saat keduanya menyeberang.

Ironisnya, saat peristiwa berlangsung, seseorang yang berada di hadapan kedua anak tersebut justru merekam aktivitas mereka menggunakan telepon genggam hingga videonya tersebar.

VoxNtt.com memastikan lokasi pengambilan video berada di atas tanah milik Anton Sukadame Wangge, anggota DPRD Nagekeo dari Partai NasDem. Di lokasi itu berdiri rumah yang ditempati pasangan suami istri Barnabas Ngaghi Wezo dan Veronica Yosefin Triadita Wati.

Berdasarkan penelusuran di lokasi pada Kamis, 16 April 2026, ditemukan bahwa rumah milik Veronica memang dikelilingi pagar kawat berduri oleh para pemilik tanah. Namun, tetap tersedia pintu sebagai akses keluar-masuk rumah.

Kedua anak dalam video tersebut diduga sengaja diarahkan melewati kawat berduri oleh ibu mereka, Veronica Yosefin Triadita Wati, yang disebut merupakan seorang ASN di Puskesmas Nangaroro. Hingga kini, Veronica belum berhasil dikonfirmasi terkait peristiwa itu.

Veronica diketahui merupakan keponakan Anton karena ibunya adalah saudari kandung Anton. Namun, hubungan keluarga keduanya disebut sedang dilanda konflik.

Sebelum peristiwa video tersebut, pada Desember 2025, Barnabas Ngaghi Wezo diduga lebih dahulu terlibat perselisihan dengan Anton.

Barnabas disebut mengucapkan kata-kata tidak pantas kepada Anton dan insiden itu nyaris berujung kontak fisik sebelum dilerai seorang pemuda bernama Vando Gae.

Anton menilai tindakan Barnabas tidak pantas, terlebih dalam budaya Nagekeo sosok paman sangat dihormati.

Ia juga menilai situasi tersebut berpotensi mengganggu keselamatan keluarganya karena jarak rumah yang berdekatan.

Melalui kuasa hukumnya, keluarga Barnabas telah disomasi untuk mengosongkan bangunan dan meninggalkan tanah milik Anton. Namun, somasi itu disebut tidak diindahkan.

Pasangan tersebut juga diduga mencabut papan peringatan yang dipasang Kantor Hukum Hendrik Dhenga & Partners hingga perkara itu dilaporkan ke Polres Nagekeo.

Kuasa hukum Anton, Hendrikus, menyoroti dugaan eksploitasi anak dalam konflik tersebut. Ia meminta pemerhati anak dan perempuan di Kabupaten Nagekeo segera mengumpulkan bukti video dan membuat laporan polisi sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Ini perlu kita sesalkan, mengapa orang tua mengeksploitasi anak dalam pusaran konflik untuk memojokkan pihak lain? Pemerhati anak dan perempuan tak boleh menganggap ini persoalan sepele,” ujar Hendrikus.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Kabupaten Nagekeo Kelurahan Nangaroro Nagekeo
Previous ArticleManggarai Barat Berduka, Aktivis Lingkungan Pater Marsel Agot Meninggal Dunia
Next Article Nasabah Laporkan Kembali Dugaan Penipuan BNI Life ke Polres Manggarai

Related Posts

Nasabah Laporkan Kembali Dugaan Penipuan BNI Life ke Polres Manggarai

18 April 2026

Kuasa Hukum Anton Wangge Nilai Desakan Proses Ulang Kasus Tipiring Keliru

18 April 2026

Kasus Hukum Ferdinandus Dhosa Berpotensi Dihentikan, Satu Pihak Nyatakan Damai

17 April 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.