Kupang, VoxNTT.com – Ikatan Keluarga Minang Provinsi Nusa Tenggara Timur (IKM NTT) menggelar acara halal bihalal di Aula Kampus Muhammadiyah Kota Kupang, Minggu, 19 April 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri warga Minang yang berada di Kota Kupang dengan mengusung tema Basobok di Rantau Saraso Badunsanak Kanduang di Kampuang.
Wali Kota Kupang, Christian Widodo hadir sebagai tamu kehormatan. Turut hadir pula Anggota DPRD Provinsi NTT Muhamad Ansor dan Filmon Loasana.
Ketua Panitia Halal Bihalal IKM NTT, Yose Rizal, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Terimakasih atas kejadian bapa ibu.
Terimakasih kepada seluruh ketua paguyuban yang sudah hadir,” katanya.
Yose mengatakan halal bihalal menjadi momentum untuk menjaga solidaritas dan persatuan antarwarga Minang di perantauan. Menurut dia, banyak generasi Minang yang lahir dan besar di Kota Kupang sehingga menjadi bagian dari masyarakat setempat.
“Kami perantau dan banyak generasi kami yang lahir di Kota Kupang. Suka tidak suka kita adalah warga kota Kupang. Kami merasakan kebersamaan di sini,” ujarnya.
Ia menambahkan, mayoritas perantau asal Minang di Kota Kupang dan NTT bergerak di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, ia menilai kolaborasi dengan pemerintah daerah perlu terus diperkuat.
“Orang Minang adalah pelaku ekonomi baik mikro maupun makro di Kota Kupang. Penting bagi kita untuk kolaborasi dengan pemerintah setempat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPW IKM NTT, Dr. Asrial, berharap kegiatan halal bihalal dapat menjadi langkah memperkuat kolaborasi di Kota Kupang. Ia menegaskan warga Minang selalu mendukung program pemerintah daerah di wilayah perantauan.
“Orang Minang selalu mendukung program program pemerintah daerah.
Kolaborasi orang Minang selalu dilakukan dengan orang orang di daerah perantauan. Orang Minang punya prinsip merantau karena keinginan pribadi, ada yang disanguan oleh keluarga dan juga sebagian besar sudah lahir di perantauan,” katanya.
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dalam sambutannya menyebut IKM telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Kupang. Ia juga menyinggung usia Kota Kupang yang akan memasuki 140 tahun.
“Terimakasih untuk IKM karena berkontribusi dalam pembangunan Kota Kupang. Kota Kupang akan berusia 140 Tahun dan telah banyak orang termasuk Keluarga Minang,” katanya.
Menurut Christian, setiap organisasi harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, bukan sekadar menjadi simbol kebanggaan kelompok.
“Kita bikin perkumpulan organisasi atau apapun harus berdampak bagi masyarakat. IKM bukan dibuat untuk gagahan tapi untuk bermanfaat bagi orang di sekitar,” ujarnya.
Ia juga berharap halal bihalal menjadi ruang untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan antarsesama.
“Halal Bihalal bulan tradisi tahunan ini momentum jiwa untuk saling memaafkan. Berani mengakui kesalahan adalah tanda bahwa orang itu kuat,” ujarnya.
Christian menambahkan, Kota Kupang merupakan miniatur Indonesia yang hidup dalam keberagaman dan harmoni. Ia mengapresiasi peran IKM dalam menjaga kerukunan di daerah tersebut.
“Orang lahir dengan keunikan masing-masing kita hidup didalamnya dengan keberagaman. Teruskan hidup dalam harmoni. Kita jaga dan rawat bersama dan IKM sudah membantu pemerintah dalam menjaga dan merawat keragaman,” pungkasnya.
Penulis: Ronis Natom

