Labuan Bajo, VoxNTT.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) untuk tiga kabupaten di wilayah Manggarai Raya, yakni Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur, di Hotel The Jayakarta Labuan Bajo, Sabtu, 25 April 2026.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Organisasi, Legislatif, dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Muscab merupakan bagian dari proses panjang dalam membangun kepemimpinan yang berkualitas.
Menurut Gus Halim, tidak ada pemimpin yang lahir secara instan tanpa melalui proses kaderisasi yang matang.
“Tidak ada pemimpin yang muncul tiba-tiba. Semua melalui proses panjang, melalui pembelajaran, pengalaman, dan pengabdian. Muscab ini adalah bagian dari proses tersebut,” ujar Gus Halim dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, dalam struktur PKB setiap kader harus terus berkembang, tidak hanya dipersiapkan sebagai politisi, tetapi juga menjadi pemimpin dan negarawan.
“Menjadi politisi itu penting, tetapi tidak cukup. Kader PKB harus naik kelas menjadi pemimpin yang mampu mengarahkan, dan pada akhirnya menjadi negarawan yang berpikir untuk kepentingan bangsa,” tegasnya.
Gus Halim juga menekankan bahwa kemenangan politik bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Kemenangan hanyalah instrumen. Yang paling penting adalah bagaimana kita menggunakan kemenangan itu untuk melayani rakyat dan menyelesaikan persoalan mereka,” tambahnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai kebhinekaan dan keutuhan bangsa di tengah keberagaman Indonesia.
“Indonesia adalah bangsa besar dengan ribuan budaya dan bahasa. PKB harus menjadi pelopor dalam menjaga persatuan dan menghargai perbedaan. Jangan sampai kita terjebak dalam politik yang memecah belah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa PKB harus terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai luhur bangsa.
“Kita tidak boleh melupakan masa lalu, tetapi kita juga tidak boleh berhenti berinovasi. PKB harus mampu menjawab tantangan zaman dengan gagasan-gagasan baru yang relevan,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Muscab di Labuan Bajo. Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya penting bagi internal partai, tetapi juga memberikan dampak positif bagi daerah sebagai tuan rumah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh keluarga besar PKB. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi terus berlanjut di Labuan Bajo. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan berkah bagi daerah kami,” ujarnya.
Ia menilai Muscab harus dimaknai sebagai ruang strategis untuk mempererat persatuan dan membangun visi bersama, bukan sekadar ajang kompetisi politik.
“Momentum ini bukan hanya tentang memilih pengurus baru, tetapi bagaimana kita memperkuat kekeluargaan, menyatukan visi, dan membangun komitmen bersama untuk kemajuan daerah dan bangsa. Siapapun yang terpilih, itulah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Edistasius Endi menambahkan, PKB sebagai salah satu pilar demokrasi memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas politik dan mendorong pembangunan yang inklusif di daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, Sekretaris DPW PKB NTT Kaharudin, jajaran pengurus DPC PKB dari tiga kabupaten, anggota DPRD dari berbagai tingkatan, tokoh agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan seperti NU dan MUI, serta perwakilan partai politik lainnya seperti NasDem, Golkar, Gerindra, PBB, dan Demokrat.
Penulis: Sello Jome

