Ruteng, VoxNTT.com – Dua figur calon kepala desa (cakades) asal Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, mendatangi Polres Manggarai untuk mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Kamis, 7 Mei 2026.
Dokumen tersebut menjadi salah satu syarat administrasi untuk maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Oktober 2026.
Kedua figur tersebut adalah Tedorus Weke yang akan maju sebagai calon Kepala Desa Wae Mulu dan Fransiskus Leven yang akan bertarung sebagai calon Kepala Desa Longko.
Usai mengurus SKCK, Tedorus Weke menyampaikan komitmennya untuk membangun Desa Wae Mulu melalui pelayanan yang transparan, pengelolaan anggaran yang akuntabel, dan melibatkan masyarakat dalam pembangunan desa.
“Jadi bagi saya maju sebagai Cakades bukan semata untuk mencari jabatan, tetapi lebih kepada pelayanan kepada masyarakat, transparan dalam penggunaan dana desa serta yang paling penting adalah keterlibatan semua pihak dalam pembangunan,” kata Tedorus.
Ia menegaskan, jika terpilih nanti dirinya akan menjadi kepala desa yang netral tanpa membedakan kelompok masyarakat.
Ia juga berjanji membuka informasi penggunaan dana desa secara transparan melalui papan informasi desa.
“Saya akan bekerja keras selama 6 tahun penuh. Program saya tidak hanya berhenti sampai di baliho saja,” ungkapnya.
“Komitmen ini saya pegang di hadapan Tuhan dan masyarakat Wae Mulu,” tambahnya.
Menurut Tedorus, keputusannya maju dalam Pilkades didorong oleh keprihatinannya terhadap kondisi Desa Wae Mulu yang dinilai belum mengalami kemajuan signifikan.
Ia mengaku sering mendengar keluhan masyarakat terkait jalan rusak, kesulitan air bersih, dan minimnya lapangan pekerjaan.
“Karena itu saya akan bekerja ekstra untuk mereka, bukan sekedar janji,” tuturnya.
Tedorus mengatakan dirinya ingin menjadikan Desa Wae Mulu sebagai desa mandiri dengan mengembangkan potensi lokal melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sektor kopi, tenun, dan hasil perkebunan.
“Adat berjalan, warga rukun dan damai,” ujarnya.
Selain itu, ia juga berencana menjalankan program 100 hari kerja dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Program tersebut mencakup pendataan jalan rusak, sumber mata air, hingga warga miskin agar pembangunan desa berjalan berdasarkan data yang jelas.
Ia juga mewajibkan kegiatan gotong royong minimal satu kali dalam sebulan.
“Kalau saya terpilih saya Kades pertama yang pegang cangkul,” tegasnya.
Tedorus menyebut penyediaan air bersih, pembukaan jalan tani, dan pemasangan lampu jalan menjadi prioritas utamanya.
“Saya tidak janji tetapi saya janji tidak akan berhenti kerja untuk kepentingan masyarakat desa,” kata Tedorus.
Sementara itu, calon Kepala Desa Longko, Fransiskus Leven, juga menyampaikan komitmennya untuk membangun desa melalui pemerintahan yang bersih dan pembangunan yang transparan.
Menurut Fransiskus, keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan menjadi hal penting agar program desa berjalan efektif.
“Komitmen ini tidak akan berjalan tanpa ada dukungan masyarakat. Karena saya minta doa dan dukungan dari ase kae Desa Longko karena jika saya terpilih saya akan merubah Desa Longko ke arah yang lebih baik,” kata Fransiskus.
Ia mengaku optimistis menghadapi Pilkades mendatang setelah melengkapi persyaratan administrasi.
“Hari ini saya sudah urus SKCK dan siap maju untuk menang. Kalau masih ada yang kurang akan saya buktikan di kerja nyata nanti jika terpilih,” katanya menambahkan.
Penulis: Berto Davids

