Ruteng, VoxNTT.com – Banjir bandang kembali menerjang Desa Manong, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Jumat, 15 Mei 2026. Bencana tersebut dipicu meningkatnya debit air dari sejumlah kawasan pegunungan dan lingko di wilayah itu setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah perbukitan sekitar desa.
Kepala Desa Manong, Visensius Jebarus, mengatakan aliran air dari beberapa kawasan seperti Lingko Tungkal, Lingko Mpui, Lingko Ndohong, Lingko Ara, dan Lingko Kukung bermuara ke Kampung Garang, Dusun Garang, Desa Manong.
“Jarak tempuh aliran air yang mengalir dari kawasan lereng pegunungan menuju permukiman warga diperkirakan mencapai sekitar 8 hingga 10 kilometer,” katanya kepada voxNtt.com, Sabtu pagi.
Menurut dia, saat hujan deras terjadi, seluruh aliran air dari berbagai titik tersebut berkumpul menjadi satu dan mengalir deras menuju permukiman warga. Besarnya debit air yang disertai lumpur, batu, dan material kayu menyebabkan banjir bandang meluap hingga masuk ke rumah-rumah warga.
“Setidaknya ada enam kepala keluarga yang terpaksa mengungsi ke rumah keluarga masing-masing, yakni Kong Ongko, Anus Jeratu, Anastasia Jenusum, Dorus Dodo, Sius Lawur, dan Romana Memos,” jelasnya.
Selain Dusun Garang, aliran air dari kawasan Lingko Mpui, Weneleca, Lingko Purang Kawu, dan Lingko Laru juga bermuara ke Dusun Lada dan Dusun Laru. Panjang aliran air dari lereng pegunungan menuju dua dusun tersebut diperkirakan mencapai sekitar 5 hingga 7 kilometer.
Visensius mengatakan debit air dari kawasan pegunungan meningkat cukup besar saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air membentuk sungai besar hingga meluap, terutama ketika saluran drainase dan gorong-gorong tidak mampu menampung volume air.
“Arus banjir membawa material lumpur, batu, dan kayu hingga meluap ke permukiman warga. Akibatnya, dapur dan WC milik Mikael Jarut hanyut tersapu banjir,” ungkapnya.
Selain itu, rumah milik Damianus Tarus yang berada di sekitar aliran banjir turut terdampak. Material berupa batu dan lumpur masuk hingga ke dalam rumah warga tersebut.
Pemerintah Desa Manong berharap adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk membantu warga terdampak banjir bandang. Selain bantuan bagi korban, pemerintah desa juga membutuhkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup drainase dan gorong-gorong.
“Selain itu, yang kami butuhkan saat ini adalah bantuan alat berat seperti loader atau ekskavator untuk membersihkan material longsor di drainase, gorong-gorong, dan halaman Kampung Garang,” pungkasnya.
Kontributor: Leo Jehatu

