Oleh: Rm. Inosensius Sutam
Selasa Paskah VII Tahun A; 19 Mei 2026; Kis 20:17-27; Mzm 68:2-3.4-5ac.6-7b; R:33a; Yoh 17:1-11a)
Banyak orang membangun kemuliaan dan kerajaan kuasa dan ekonominya dengan mengeruk dan merusak perut ibu bumi. Kemuliaan Allah dan Kerajaan Allah terwujud juga dalam kelestarian dan keselamatan lingkungan hidup, rumah bersama umat manusia.
1
Kemuliaan Hidup Kekal dalam Penderitaan Hidup Duniawi
Salah satu hal yang menjadi cita-cita semua orang adalah membangun kemuliaan hidup di dunia ini lewat kuasa, harta, seks, popularitas, dan legasi. Hal itu mewujudkan dirinya sebagai legenda hidup. Agar ia tetap hidup lewat karyanya walaupun mati. Ia menjadi abadi. Tawaran kemuliaan, kuasa, dan hidup kekal dalam kedua bacaan ini agak lain: pewartaan Injil, Kerajaan Allah, nama dan Firman Tuhan. Akibatnya mendapat ancaman, penjara, dan penderitaan.
2
Menjadi Pelayan dan Saksi Kerajaan Allah sampai Garis Akhir
Dalam bacaan pertama (Kis 20:17-27), Paulus menyatakan bagaimana seharusnya hidup sebagai seorang rasul pemimpin umat (a) rendah hati melayani Tuhan; (b) tetap berkanjang dalam penderitaan dari ancaman pembunuhan; (c) tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi umatnya: memberitakan seluruh maksud Allah; (d) selalu bersaksi kepada orang Yahudi dan Yunani agar mereka bertobat dan percaya kepada Allah; (e) menjadi tawanan Roh (satu dengan Roh Kudus) yang tidak takut akan penjara dan tidak menghiraukan nyawanya sampai garis akhir, karena ia bersih dan tidak bersalah; (f) menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan Tuhan Yesus untuk memberikan kesaksian tentang Injil, kasih karunia, dan Kerajaan Allah.
3
Kemuliaan, Kuasa, Hidup Kekal
Jika Paulus berbicara kepada umatnya tentang bagaimana seharus hidup sebagai orang beriman, terlebih lagi sebagai pemimpin di hadapan Allah, dalam Injil (Yoh 17:1-11a), Yesus berdoa kepada BapaNya untuk pengikutNya, Ia menyinggung tentang karyaNya, kuasa, kemuliaan, dan milikNya, tentang hidup kekal.
4
Permenungan kita berada seputar kemuliaan Allah dan Yesus seperti disampaikanNya dalam doaNya. Alasan Yesus memuliakan Allah Bapa? (a) Karena Bapa memberikan semua hal dan semua orang kepadaNya dari dunia: milik Bapa menjadi milik Yesus Kristus juga.
5
Bagaimana Yesus memuliakan Allah? (a) Berdoa kepada BapaNya, bukan kepada yang lain; Ia berdoa untuk para pengikutNya, yang adalah juga milik Bapa. Ia bersatu dan berkomunikasi dengan Allah. (b) Ia memberikan hidup kekal kepada semua orang. (c) Ia menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepadaNya; (d) Ia menyatakan nama Bapa kepada semua orang; (e) Ia menyampaikan Firman Allah kepada semua orang.
6
Dampak karya Yesus yang memuliakan Bapa? (a) Semua orang mengenal Bapa; (b) Mereka tahu apa yang diberikan kepada Putera berasal dari Bapa sendiri; (c) Mereka percaya; (d) Semua orang menuruti Firman Allah; (e) Ia akan datang kepada Bapa sumber hidup kekal.
7
Diutus Mewartakan Injil demi Kemuliaan Allah dan Hidup Kekal Manusia
Pesan bacaan hari ini untuk kita
Pertama, kita semua mendapat tugas dan misi dari Allah untuk mewartakan Injil, kasih karunia, dan Kerajaan Allah yang membongkar kepalsuan hidup manusia. Karena itu dunia akan melawan dan mengancam. Tetapi situasi itu, hendaknya tetap tekun melayani Tuhan dan sesama, bersaksi dalam kebenaran sampai akhir. Agar banyak orang bertobat dan percaya.
8
Kedua, seperti Paulus dan Yesus, bersatu dengan sesama dan setia dengan misi sambil berdoa kepada Tuhan. Dengan itu kita menjadi tawanan Roh, menjadi milik Tuhan, mengenal Tuhan, dan memperoleh hidup kekal. Dalam derita, kita wujudkan misi Allah sebagai Perayaan Kemuliaan Hidup Kekal.
9
Ketiga, dimensi ekologis bacaan hari ini adalah nama daerah dan kota, dunia. Banyak orang membangun kemuliaan dan kerajaan kuasa dan ekonominya dengan mengeruk dan merusak perut ibu bumi. Kemuliaan Allah dan Kerajaan Allah terwujud juga dalam kelestarian dan keselamatan lingkungan hidup, rumah bersama umat manusia. Berdoa dan memuliakan Allah berarti melayani sesama dan merawat alam. Kerajaan dan kasih karunia Allah hadir dalam alam yang lestari. Injil kehidupan adalah alam yang mekar dan segar.

