Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Pernyataan Edi Hardum Dinilai Produk Jurnalistik, Sengketa Diminta Diselesaikan lewat Dewan Pers
HUKUM DAN KEAMANAN

Pernyataan Edi Hardum Dinilai Produk Jurnalistik, Sengketa Diminta Diselesaikan lewat Dewan Pers

By Redaksi28 Mei 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Maksimus Ramses Lalongkoe (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, VoxNTT.com – Praktisi media, Maksimus Ramses Lalongkoe menilai pernyataan pakar hukum pidana sekaligus advokat Edi Hardum yang dipublikasikan salah satu media online merupakan produk jurnalistik. Pernyataan itu sebelumnya dipersoalkan Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit dan dilaporkan ke Polres Manggarai.

Laporan tersebut berkaitan dengan pemberitaan berjudul “Aliran Dana Kasus Jefrin Haryanto Diduga Sampai ke Istri Bupati Manggarai, Edi Hardum: Stop Lindungi Penjahat.”

Ramses mengatakan posisi Edi Hardum dalam pemberitaan itu adalah sebagai narasumber, sedangkan penyebaran informasi dilakukan melalui media massa, bukan media sosial pribadi.

Baca Juga: Edi Hardum Nilai Hery Nabit Tidak Mengerti Hukum dan Fungsi Pers

“Pak Edi Hardum itu posisinya sebagai narasumber berita dan pernyataannya itu disebarkan melalui media massa bukan media sosial, lagi pula dalam pemberitaan tersebut kutipan pernyataan Edi Hardum masih menggunakan kata dugaan,” kata Ramses di Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026.

Mantan jurnalis investigasi antv itu menjelaskan, narasumber berita pada prinsipnya tidak dapat dipidanakan atas keterangan yang disampaikan kepada media massa selama pernyataan tersebut merupakan bagian dari kerja jurnalistik dan tidak memuat unsur tindak pidana murni di luar konteks pers.

Menurut Ramses, putusan Mahkamah Agung dan pedoman Dewan Pers memberikan perlindungan kepada narasumber dalam perkara pemberitaan. Salah satunya berkaitan dengan delik pencemaran nama baik.

“Mahkamah Agung menegaskan bahwa narasumber berita tidak dapat dikenakan Pasal Pencemaran Nama Baik, seperti dalam UU ITE, atas pernyataannya yang dikutip oleh media,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, apabila suatu pernyataan narasumber menimbulkan kontroversi atau dianggap merugikan pihak lain, penyelesaiannya dilakukan melalui mekanisme hak jawab atau hak koreksi yang difasilitasi Dewan Pers, bukan melalui jalur pidana.

Ramses menambahkan, narasumber tetap dapat dipidanakan apabila keterangan disampaikan di luar proses wawancara resmi pers, seperti menyebarkan hoaks atau fitnah melalui media sosial pribadi.

Terkait polemik antara Edi Hardum dan Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit, Ramses menilai penyelesaiannya seharusnya menggunakan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Menurut dia, karya jurnalistik yang dibuat wartawan tidak dapat langsung dipidanakan menggunakan KUHP atau digugat secara perdata karena profesi pers dilindungi Undang-Undang Pers sebagai lex specialis.

Ia mengatakan Dewan Pers memiliki kewenangan untuk menilai apakah suatu laporan masyarakat merupakan sengketa pemberitaan atau mengandung unsur pidana murni di luar kerja jurnalistik.

“Bila bupati Manggarai merasa dirugikan dari pemberitaan tersebut, langkah pertama yang harus ditempuh adalah melalui hak jawab. Bila hak jawab tersebut tidak mendapat respons, baru melaporkan pemberitaan tersebut ke dewan Pers dan dewan pers yang akan menilainya,” kata Ramses.

Penulis: Sello Jome

Edi Hardum Hery Nabit Herybertus Nabit Maksimus Ramses Lalongkoe Manggarai
Previous ArticleBawaslu Manggarai Gandeng Mahasiswa Konsolidasi Demokrasi di Tengah Ancaman Politik Uang dan Hoaks
Next Article Dikejar Jam 3 Pagi, Kuasa Hukum Gama Feroh Minta Kapolri Copot Kapolda NTT

Related Posts

Mantan Kabag Ops Polres Nagekeo Diduga Bawa Kabur Anak Usia 5 Tahun

28 Mei 2026

Dikejar Jam 3 Pagi, Kuasa Hukum Gama Feroh Minta Kapolri Copot Kapolda NTT

28 Mei 2026

Bawaslu Manggarai Gandeng Mahasiswa Konsolidasi Demokrasi di Tengah Ancaman Politik Uang dan Hoaks

28 Mei 2026
Terkini

Intelektual Publik versus Buzzer

28 Mei 2026

Mantan Kabag Ops Polres Nagekeo Diduga Bawa Kabur Anak Usia 5 Tahun

28 Mei 2026

Dikejar Jam 3 Pagi, Kuasa Hukum Gama Feroh Minta Kapolri Copot Kapolda NTT

28 Mei 2026

Pernyataan Edi Hardum Dinilai Produk Jurnalistik, Sengketa Diminta Diselesaikan lewat Dewan Pers

28 Mei 2026

Bawaslu Manggarai Gandeng Mahasiswa Konsolidasi Demokrasi di Tengah Ancaman Politik Uang dan Hoaks

28 Mei 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.