Mbay, VoxNTT.com – Seorang pria berinisial BN alias B diduga menerima aliran dana dari aktivitas yang berkaitan dengan Proyek Waduk Lambo di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Informasi tersebut diperoleh VoxNtt.com dari seorang warga Desa Labolewa, Kecamatan Aesesa, yang menyerahkan sejumlah dokumen dan bukti transaksi kepada media tersebut.
Berdasarkan dokumen yang diterima, BN disebut menerima transfer dana senilai jutaan rupiah. Sumber juga menyebut BN kerap mengaku sebagai wartawan dan diduga melakukan intimidasi terhadap sejumlah kontraktor yang mengerjakan proyek strategis nasional tersebut.
“Itu mereka ambil secara gelap -gelap,” ujar sumber kepada VoxNtt.com, Senin, 7 Juni 2026.
Menurut sumber, dana yang ditransfer kepada BN berasal dari pembayaran material galian C berupa batu yang diambil dari wilayah ulayat masyarakat adat Labo. Ia menduga dana tersebut bersumber dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor pelaksana pembangunan Waduk Lambo.
Selain bukti transfer ke rekening bernomor 4622xxxxxxxx533 atas nama BN, VoxNtt.com juga memperoleh dokumen pengadaan material batu pada titik STA 600 dengan nilai keseluruhan Rp42 juta.
Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menduga transfer tersebut berkaitan dengan aktivitas pengambilan material batu di wilayah ulayat Suku Labo.
Sumber mempertanyakan dasar BN menerima dana tersebut karena yang bersangkutan disebut bukan bagian dari komunitas adat pemilik wilayah ulayat tempat material batu diambil.
VoxNtt.com telah meminta klarifikasi kepada BN terkait tuduhan tersebut. Namun hingga berita ini ditulis, BN belum memberikan bantahan maupun penjelasan mengenai alasan dirinya menerima aliran dana tersebut.
Saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, BN hanya memberikan tanggapan singkat dan menyatakan akan menyampaikan penjelasannya secara langsung.
“Kamu jangan karang cerita yang tidak ada. Tunggu saja saya sampaikan di rumah kamu. Kalau tidak ini hari, mungkin besok, jelas?????,” respons BN melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp sembari mengaku masih sedang berada di Sawah.
Informasi mengenai dugaan aliran dana kepada BN ini dinilai penting untuk diverifikasi lebih lanjut guna memastikan sumber dana, dasar penerimaan, serta keterkaitannya dengan aktivitas pengadaan material dalam proyek Waduk Lambo.
Sebelumnya, Imam Katolik Padre Steph Tupeng Witin pernah menyoroti dugaan praktik perburuan keuntungan oleh pihak-pihak tertentu dalam pembangunan Waduk Lambo.
Pada 2025, ia menulis artikel di Flores Pos berjudul Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo, yang mengulas dugaan keterlibatan kelompok tertentu dalam aktivitas ekonomi di sekitar proyek tersebut.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

