Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Spiritualitas Yohanes Pembaptis: Bertobat Tiap Kali Minum Air, Mandi, Masak, dan Buang Air
Gagasan

Spiritualitas Yohanes Pembaptis: Bertobat Tiap Kali Minum Air, Mandi, Masak, dan Buang Air

By Redaksi24 Juni 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Inosensius Sutam
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh:  Rm. Inosensius Sutam

(Rabu, MB XII, 24 Juni  2026, Tahun A; Yes 49:1-6; Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15; R:13b;Kis 13:22-26;Luk 1:57-66.80)

Alamlah yang menghidupkan rahim ibu kita dari mana kita lahir. Kita hidup di tengah alam seperti dalam sebuah rahim. Merusak alam adalah merusak rahim kita sendiri. Merawatnya adalah melestarikan hidup kita. Melahirkan generasi dengan spiritualitas Yohanes Pembaptis: yang bertobat setiap kali minum air, mandi, dan buang air. Sehingga walaupun hidup di padang gurun, makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal sederhana namun menghasilkan karya besar.

1

Pesta Kelahiran St. Yohanes Pembaptis

Hari ini Gereja merayakan St. Yohanes Pembaptis. Nabi terakhir. Utusan Tuhan yang mendahului Yesus. Untuk menyiapkan jalan bagiNya. Ia berada dalam bimbingan dan perlindungan Tuhan. Ia menyerukan pertobatan yang ditandai dengan pembaptisan. Itu yang dikisahkan dalam bacaan hari ini.

2

Dibentuk, dilindungi, dipanggil, dan diutus Tuhan

Dalam bacaan pertama Nabi Yesaya menunjukkan bahwa seluruh hidup manusia, terutama nabi seperti dirinya, berada dalam tangan Tuhan. (a) Allah membentuknya dan memanggil namanya sejak dalam rahim ibunya. (b) Ia membangun karakternya seperti pedang dan panah. (c) Dua tujuannya adalah untuk (i) menyatakan keagungan Allah; (ii) untuk mengambalikan dan mengumpulkan kembali Israel dan umat manusia.

3

(d) Namun pekerjaan itu melelahkan dan seperti sia-sia. (e) Tetapi jaminan, upah, dan haknya, serta kemuliaannya  adalah Allah sendiri. (f) Allah membuatnya menjadi terang bagi pulau-pulau dan bangsa-bangsa yang jauh. Ini dimensi universal utusan seorang nabi.

4

Yohanes menyerukan pertobatan dan pembaptisan

Dalam bacaan kedua, Paulus meringkaskan sejarah keselamatan Israel sampai pada Yohanes Pembaptis. (a) Yohanes menyerukan pertobatan dan memberi dirinya dibaptis. (b) Ia mengakui bahwa ia bukanlah Mesias. Ia mengakui yang datang kemudian daripadanya, itulah Dia yang dinantikan. (c) Paulus menyinggung keturuan Abraham dan yang takut akan Allah. Kelompok terakhir ini menunjukkan dimensi takut akan Allah.

5

Kelahiran Yohanes dan Namnya

Injil mengisahkan kelahiran Yohanes. (a) Kelahiran Yohanes adalah sebuah rahmat dari Tuhan kepada kedua pasangan yang sudah lanjut usia. (b) Kegembiraan menjadi triple: hadirnya bayi laki-laki, rahmat Allah, Zakharia bisa berbicara. (c) Hari kedelapan saat hendak diberi nama ada ketegangan. Tapi akhirnya ia bernama Yohanes.

6

(d) Kejadian yang luar biasa itu menakutkan dan menjadi buah bibir sekaligus menjadi pertanyaan tentang masa depan Yohanes. (e) Yohanes menjadi semakin besar badan dan rohnya. Ia tinggal di padang gurun.

7

Alam rahim kehidupan

Pesan bacaan hari ini untuk kita.
Pertama, hidup manusia seluruhnya berada pada tangan Tuhan. Rahim ibu, rahim sosio-politik, ekonomi, rahim historis dan religius adalah perpanjangan rahim dan rahmat Allah sendiri. Kita dirancang, diberi nama, dipanggil, dan diutus untuk memaklumkan pertobatan dan mewartakan nama Tuhan kepada semua orang.

8

Kedua, Tuhan itu memperhatikan manusia sampai hal yang sangat detail: fisik, mulut, roh, nama, karya, dll. Semua karya kita sejauh membalikkan dan mempersatukan manusia dengan sesame dan Tuhan adalah perpanjangan karya Allah. Karena itu lewat pekerjaan kita Allah memberi jaminan, upah, hak, dan memuliakan kita seperti Nabi Yesaya, Elisabet, Zakharia, dan Yohanes.

9

Ketiga, dimensi ekologis bacaan hari ini adalah pulau, bangsa, pedang, panah, bumi, rumah ibadat, kasut, buku, padang gurun. Alamlah yang menghidupkan rahim ibu kita dari mana kita lahir. Kita hidup di tengah alam seperti dalam sebuah rahim. Merusak alam adalah merusak rahim kita sendiri. Merawatnya adalah melestarikan hidup kita. Melahirkan generasi dengan spiritualitas Yohanes Pembaptis: yang bertobat setiap kali minum air, mandi, dan buang air. Sehingga walaupun hidup di padang gurun, makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal sederhana namun menghasilkan karya besar.

Ino Sutam Inosensius Sutam
Previous ArticleMembongkar Mitos ‘Indonesia Barat Sibuk Demo, Indonesia Timur Sibuk Pesta Bola
Next Article Jangan Suapi Kami Jawaban: Gugatan Pemuda atas Pendidikan Tanpa Dialog

Related Posts

Bahasa Kasih Pascagempa Flores

23 Agustus 2026

Tema HUT ke- 81 RI 17 Agustus 2026 Tidak Relevan

18 Agustus 2026

Jika Kopi Manggarai Bisa Bicara di Meja Hotel Labuan Bajo

10 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.