Kupang, VoxNTT.com – Ketua Harian Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTT, Frans Sales mengatakan, Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik NTT akan digelar di Kota Kupang pada 21 Agustus hingga 7 September 2025.
Kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang seleksi para atlet yang akan mewakili NTT dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang berlangsung dari 30 Agustus hingga 7 September mendatang.
Kejurda NTT kali ini akan mempertandingkan sejumlah kategori usia, yaitu Under 16, Under 18, dan Under 20. Selain itu, juga akan ada kategori senior untuk usia 20 hingga 35 tahun.
“Kejuaraan daerah ini akan dilaksanakan sore hari agar partisipasi publik semakin tinggi. Sebanyak 8 kabupaten sudah bersedia untuk ikut serta,” ujar Frans dalam keterangannya pada Rabu, 30 Juli 2025.
Penyelenggaraan Kejurda pada sore hari bertujuan untuk meningkatkan minat penonton.
Frans menjelaskan, penonton akan diwajibkan membeli tiket, sementara para pelaku UMKM diberi kesempatan untuk berjualan di sekitar area stadion.
Kejuaraan yang direncanakan berlangsung di Stadion Flobamora Kota Kupang ini, akan menjadi ajang penting bagi para atlet NTT. Di samping itu, para atlet dan wasit juga akan mendapat pelatihan khusus terkait kompetisi ini.
Ketua Umum PASI NTT, Theo Widodo menambahkan, Kejurda NTT bukan hanya sekadar kejuaraan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pelatihan bagi atlet dan wasit.
Theo membeberkan beberapa hadiah dan bonus yang akan diberikan kepada para juara, antara lain uang tunai, fasilitas untuk bersekolah di SKO, serta kesempatan untuk mengikuti seleksi PPLP, PPLD, dan sentra pelatihan.
“Selain hadiah uang, para juara juga berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan di SKO dan mengikuti seleksi PPLP, PPLD, serta pusat pelatihan,” ungkapnya.
Sebagai Ketua Umum PASI NTT, Theo berharap agar seluruh kabupaten dan kota di NTT mengirimkan atlet terbaik hasil seleksi di kabupaten masing-masing untuk berpartisipasi dalam Kejurda Tahun 2025.
Theo juga mengungkapkan kabar gembira terkait PASI NTT, yang terpilih sebagai salah satu dari dua pengurus provinsi di seluruh Indonesia yang diundang ke Shanghai untuk mempelajari program pelatihan di sana.
“Ini penghargaan dari pusat,” tukasnya.
Penulis: Ronis Natom

