Oelamasi, VoxNTT.com – Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Roberth Amheka, resmi mengenakan rompi oranye setelah ditahan oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang, pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Penahanan ini dilakukan setelah Roberth ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang.
Kajari Kabupaten Kupang, Yupiter Selan, mengungkapkan, Roberth Amheka ditetapkan dan ditahan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
“Hari ini, Selasa 05 Agustus 2025, kami menetapkan dan menahan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Roberth Amheka, dalam kasus dugaan Tipikor gratifikasi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang,” jelas Yupiter.
Sebelum penahanan, Roberth Amheka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan oleh penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Kupang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, pihak kejaksaan menilai Roberth layak dimintai pertanggungjawaban atas dugaan keterlibatannya dalam tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara.
“Setelah melalui proses pemeriksaan, kami menilai bahwa Roberth Amheka pantas dan layak untuk dimintai pertanggungjawaban dalam kasus ini,” tambah Yupiter.
Dalam kasus ini, Roberth Amheka disangka melanggar beberapa ketentuan hukum, antara lain: Pasal 12 f jo Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 yang diubah dengan UU Nomor 31 Tahun 1999 (primer).
Pasal 12 e jo Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 yang diubah dengan UU Nomor 31 Tahun 1999 (subsider). Pasal 11 jo Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 yang diubah dengan UU Nomor 31 Tahun 1999.
Akibat perbuatannya, negara mengalami kerugian keuangan sebesar Rp509 juta.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Roberth Amheka langsung dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kupang untuk menjalani masa tahanan.
Proses hukum akan terus berlanjut seiring dengan penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Kupang.
Penulis: Ronis Natom

