Ruteng, VoxNTT.com – Sebanyak 24 sekolah di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menerima dana revitalisasi dari pemerintah pusat. Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai, Wensislaus Sedan, mengungkapkan hal tersebut kepada wartawan pada Kamis, 4 September 2025.
“Tercatat 24 sekolah di Manggarai ikut mendapat dana revitalisasi dari pemerintah pusat, terdiri dari 16 SD, 6 SMP, serta 2 lembaga TK dan SKB,” kata Wensislaus.
Ia menjelaskan, anggaran tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing sekolah. Skema pelaksanaan tidak menggunakan sistem kontraktual, melainkan dikelola secara swakelola oleh sekolah melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Menurut Wensislaus, Dinas PPO hanya berperan dalam hal monitoring dan pendampingan teknis selama proses pelaksanaan revitalisasi.
“Kami selalu ingatkan agar P2SP bekerja sesuai aturan. Bukan sekadar pelaksana proyek, tetapi penjaga martabat pendidikan,” pungkasnya.
Salah satu sekolah penerima bantuan adalah Sekolah Dasar Katolik (SDK) Ka Redong yang berada di Kecamatan Langke Rembong. Sekolah ini memperoleh bantuan senilai Rp1.095.063.999 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2025, melalui program revitalisasi dari Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan.
Kepala SDK Ka Redong, Elisabeth N. Tulis, menyampaikan bahwa kondisi sekolah sebelum revitalisasi sangat memprihatinkan. Sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1953 ini memiliki beberapa ruang kelas yang dibangun pada era 1990-an, dan kini mengalami kerusakan cukup parah.
“Ketika proses pembongkaran ruang kelas untuk rehabilitasi nanti, anak-anak harus mengikuti kegiatan belajar pada sore hari karena enam ruang kelas utama digunakan untuk renovasi,” ujar Elisabeth.
Meski menghadapi tantangan teknis selama proses rehabilitasi, Elisabeth menyambut baik program revitalisasi ini karena diyakini dapat meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
“Sebagai kepala sekolah sekaligus penanggung jawab, saya bersama para guru, pihak yayasan, serta orang tua siswa menyampaikan terima kasih kepada pemerintah. Tidak semua sekolah memperoleh kesempatan seperti ini,” pungkasnya.
Ia menjelaskan, dana tersebut dikelola secara swakelola oleh P2SP SDK Ka Redong. Proyek yang dikerjakan meliputi rehabilitasi enam ruang kelas, renovasi ruang administrasi dan ruang guru, pembangunan tiga unit toilet baru, rehabilitasi toilet lama, serta pembangunan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Ketua P2SP SDK Ka Redong, Trisno Rahmat, menegaskan bahwa pelaksanaan program ini dirancang secara partisipatif, melibatkan guru, komite sekolah, dan masyarakat sekitar.
“Target pengerjaan tiga bulan. Setiap pengeluaran didasarkan pada kebutuhan riil dan wajib dipertanggungjawabkan. Prinsipnya, swakelola ini harus akuntabel,” tegas Trisno.
Dengan adanya program revitalisasi ini, diharapkan kualitas infrastruktur pendidikan di Kabupaten Manggarai semakin meningkat dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung prestasi siswa.
Kontributor: Isno Baco

