Ruteng, VoxNTT.com – Komandan Kodim 1612/Manggarai, Letkol Arh Amos Comenius Silaban, menegaskan bahwa Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 tidak semata-mata fokus pada pembangunan fisik seperti jalan dan irigasi, melainkan juga membangun semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
“TMMD ini bukan hanya tentang membangun jalan atau irigasi, tetapi membangun semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat. Dengan gotong royong, kita wujudkan pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” ujar Letkol Amos Silaban dalam sambutannya saat membuka secara resmi kegiatan TMMD ke-126 di Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Rabu, 8 Oktober 2025.
Upacara pembukaan TMMD yang berlangsung di Lapangan Bea Waja, Kelurahan Pagal, Kecamatan Cibal, itu dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput.
Letkol Amos Silaban menjelaskan, TMMD kali ini melibatkan sekitar 150 personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat.
Ia juga menyampaikan, total dukungan anggaran untuk kegiatan ini mencapai Rp1,48 miliar, terdiri atas Rp484 juta dari Komando Pengendali Kegiatan Operasional TMMD dan Rp1 miliar dari APBD Kabupaten Manggarai.
Mengusung tema “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah Manggarai”, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kemanunggalan antara TNI dan rakyat serta mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah pedesaan.
“Kami ingin TMMD menjadi momentum memperkuat rasa cinta tanah air sekaligus mempercepat kesejahteraan masyarakat,” tambah Letkol Amos Silaban.
Sementara itu, Penjabat Sekda Manggarai, Lambertus Paput, dalam sambutannya menyampaikan, TMMD merupakan bentuk sinergi nyata antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
“TMMD adalah bukti nyata sinergi dan semangat gotong royong dalam membangun desa. Melalui program ini, kita ingin memastikan seluruh warga Manggarai merasakan manfaat pembangunan yang adil, merata, dan berkelanjutan,” ujar Lambertus Paput.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung keberhasilan program TMMD.
“Kami berharap masyarakat ikut berperan aktif menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan ini agar memberi dampak jangka panjang bagi kesejahteraan bersama,” ungkapnya.
Program TMMD ke-126 ini akan berlangsung selama satu bulan, mulai 8 Oktober hingga 8 November 2025, dengan lokasi sasaran di lima desa di Kecamatan Cibal, yaitu Desa Barang, Rado, Riung, Pinggang, dan Bea Mese.
Fokus utama TMMD kali ini adalah penguatan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat setempat. Kegiatan fisik meliputi pembangunan jaringan irigasi serta pembukaan dan peningkatan jalan usaha tani untuk mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menyelenggarakan berbagai kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, keluarga berencana, pencegahan stunting, hukum, mitigasi bencana, serta edukasi terkait bijak bermedia sosial, peternakan, dan kehutanan. Program-program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.
Kontributor: Isno Baco

