Borong, VoxNTT.com – Dua ruang kelas di SD Negeri Lete, Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan ambruk pada Selasa, 14 Oktober 2025. Ruangan tersebut selama ini digunakan untuk kegiatan belajar mengajar siswa kelas I dan II.
Penyebab pasti ambruknya bangunan masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan sementara mengarah pada kondisi bangunan yang sudah tua dan rapuh.
Kepala SDN Lete, Yosep Samlan Lero mengatakan, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi antara sore hingga malam hari.
“Kemungkinan ambruknya dua ruangan ini kemarin sore atau tadi malam. Tadi waktu kami sampai di sekolah, kami semua kaget melihat bangunannya sudah ambruk,” tutur Yosep saat dihubungi wartawan, Selasa, 14 Oktober 2025.
Diketahui, dua ruang kelas tersebut merupakan bangunan lama yang dibangun sejak wilayah tersebut masih berada di bawah administrasi Kabupaten Manggarai.
Terakhir kali, bangunan ini direhabilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur pada tahun 2006. Pada tahun 2023, pihak sekolah bersama masyarakat setempat sempat melakukan perbaikan dinding secara swadaya.
“Bangunan ini sudah sangat rapuh. Kami sempat perbaiki seadanya tahun lalu, tapi pondasinya sudah lemah. Ini bangunan lama, jadi kondisinya makin parah,” ujar
Yosep.
Untuk sementara waktu, kegiatan belajar mengajar siswa kelas I dan II dialihkan ke ruang lain yang masih tersedia. Namun, karena keterbatasan ruang, sekolah harus mengatur ulang jadwal pelajaran agar semua siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran.
“Dengan ambruknya dua ruang belajar ini, sementara waktu satu rombongan belajar kami tempatkan di ruang guru. Langkah ini terpaksa kami ambil karena sekolah kami memang mengalami keterbatasan ruang kelas,” kata Yosep.
Pihak sekolah telah menyusun laporan resmi terkait kejadian ini, dan akan segera menyerahkannya ke Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai Timur.
“Laporannya, sudah kami buat, besok baru bawah ke dinas,” lanjut Yosep.
Yosep juga berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah untuk memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak.
“Kami sangat berharap pemerintah kabupaten dapat membantu perbaikan atau pembangunan kembali ruang kelas yang ambruk ini. Anak-anak kami butuh ruang belajar yang aman dan layak,” ucapnya.
Menanggapi peristiwa ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur menyatakan kesiapan mereka untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
“Peristiwa yang terjadi itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat dua ruang kelas yang ambruk merupakan ruang belajar bagi siswa kelas I dan II,” kata Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas PPO Manggarai Timur, Marsel Engggu, Rabu 15 Oktober 2025.
Menurut Marsel, pihaknya telah menerima surat laporan dari sekolah, yang juga disampaikan kepada Bupati Manggarai Timur serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Surat laporan sudah kami terima, dan laporan tersebut juga ditujukan kepada Bupati Manggarai Timur, tembusan Dinas PPO, dan Badan Penanggulangan Bencana. Karena ini termasuk kategori bencana, maka kami tidak bisa abaikan. Kami akan segera menindaklanjuti,” tambahnya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran pada tahun ini, Dinas PPO berkomitmen mencari solusi agar proses belajar mengajar tidak terganggu.
“Mudah-mudahan ada langkah darurat yang bisa kami lakukan. Jika tidak memungkinkan tahun ini karena keterbatasan anggaran, maka perbaikan akan kami dorong dalam penganggaran tahun depan.”
Langkah awal yang akan dilakukan adalah pembongkaran bangunan yang rusak dan penyusunan berita acara sebagai dasar pengajuan pembangunan ulang.
“Meskipun bangunan itu sudah roboh, kami tetap harus memperhatikan aset sekolah. Setiap kerusakan harus tercatat secara resmi agar penanganan selanjutnya jelas dan terukur,” katan Marsel.
Marsel juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi untuk mempercepat proses perbaikan ruang kelas yang rusak.
“Kami tidak akan tinggal diam. Koordinasi lintas instansi sangat penting supaya ruang kelas yang ambruk ini bisa segera ditangani. Anak-anak butuh ruang belajar yang aman,” ujarnya.
Dengan adanya respons cepat dari Dinas PPO, pihak sekolah dan masyarakat berharap proses rehabilitasi dapat segera dilaksanakan. Mereka juga mengimbau pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih terhadap kondisi bangunan sekolah tua yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
Kontributor: Isno Baco

