Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Profil Desa Wae Codi Kecamatan Cibal Barat Kabupaten Manggarai
VOX DESA

Profil Desa Wae Codi Kecamatan Cibal Barat Kabupaten Manggarai

By Redaksi30 Oktober 20255 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Musyawarah Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai. (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Berdasarkan Undang-Undang No: 6 Tahun 2014, desa memiliki otonomi tersendiri sekaligus memiliki kewenangan untuk mengatur urusan pemerintahan dan rakyatnya sendiri.

Dasar hukum awal ini juga diperkuat dengan terbitnya Undang-undang terbaru No: 3 Tahun 2024 yang merupakan perubahan kedua atas Undang-undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Selain memiliki otonomi, desa, dalam Undang-undang No. 3 tahun 2024 ini juga diberikan dasar hukum untuk menyusun profil desa yang berisi semua karakteristik spesifik tentang desa. Hal tersebut bertujuan agar bisa menunjang perencanaan pembangunan desa dan pengelolaan dana desa selama periode kepemimpinan.

VoxNtt.com pun mencoba merangkum profil Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Desa Wae Codi adalah desa tropis yang berada pada ketinggian 750 meter di atas permukaan laut sehingga termasuk pada klasifikasi desa pada dataran tinggi/pegunungan atau berbukit-bukit dengan cakupan wilayah yang sangat luas.

Secara keseluruhan luas wilayah Desa Wae Codi adalah 925 ha/9,25 KM dengan batas-batasnya, sebagai berikut:

Bagian utara berbatasan dengan Desa Timbu dan Desa Golo Woi.

Bagian selatan berbatasan dengan Compang Cibal dan Desa Lenda.

Bagian timur berbatasan dengan Desa Timbu dan Desa Bangka Ara.

Lalu bagian barat berbatasan dengan Desa Manong Rahong Utara.

Sektor unggulan mata pencaharian masyarakat Desa Wae Codi adalah pertanian. Hal ini tergambar melalui keadaan desa dengan sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani.

1. Keadaan Geografis

Tingkat laju pertumbuhan penduduk Desa Wae Codi rata-rata 0,4% per tahun dan tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata 0,15% per tahun.

A. Data Penduduk Berdasarkan Jenis Klamin

a. Laki-laki= 1.182 orang
b. Perempuan= 1.100 orang
c. Total jumlah jiwa= 2.282 orang
d. Jumlah KK = 489 KK

B. Data Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan

a. Buta AK = 386 orang
b. Tamatan SD = 573 orang
c. Tamatan SMP = 247 orang
d. Tamatan SMA = 121 orang
e. Tamatan Kuliah = 60 orang

C. Data Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian

a. Belum bekerja = 656 orang
b. Petani = 648 orang
c. PNS = 7 orang
d. ART = 7 orang
e. IRT = 5 orang
f. Guru = 33 orang
g. Medis = 7 orang
h. Pelajar = 915 orang
i. Perangkat Desa = 11 orang

C. Data Penduduk Berdasarkan Umur

a. 0-4 tahun = 347 orang
b. 5-19 tahun = 812 orang
c. 20-54 tahun = 966 orang
d. 55 tahun ke atas = 157 orang

2. Sarana Prasaran Desa Wae Codi

Kantor Pemerintahan = 1 unit

Sarana Kesehatan = 1 unit

Sarana Pendidikan = 3 unit

Sarana Keagamaan = 1 unit

Jalan Desa = 10 unit

Jalan Kecamatan = 1 unit

Kantor Koperasi = 2 unit

3. Strukrur Desa Wae Codi

Kepala Desa = Bonefasius Sel

Sekretaris = Agustinus Jasman

Kaur TU Umum = Yeremias Akuk

Kaur Keuangan = Helmi Neno

Kaur Perencanaan = Vitalis Lewar

Kasi Pemerintahan = Albertus Sahat

Kasi Pelayanan = Maria Ijuk

Kadus Cekok = Vinsen Hambur

Kadus Copu = Mateus

Kadus Cia = Sisilia Bombor

4. Organisasi dan Lembaga Kemasyarakatan

Lembaga Kemasyarakatan Desa Wae Codi bertugas melakukan pemberdayaan masyarakat, sementara Pemerintah Desa ikut merencanakan dan melaksanakan pembangunan serta meningkatkan pelayanan masyarakat.

Sebagai mitra Pemerintah Desa Wae Codi, tugas Lembaga Kemasyarakatan ini adalah menyusun rencana pembangunan secara partisipatif serta melaksanakan, mengendalikan, memanfaatkan, memelihara dan mengembangkan pembangunan tersebut secara partisipatif.

Selain itu, Lembaga Kemasyarakatan ini bertugas menggerakan partisipasi atau gotong royong, menumbuh kembangkan kondisi dinamis masyarakat dalam upaya pemberdayaan.

Lembaga Kemasyarakatan yang ada di Desa Wae Codi meliputi:

a. Rukun Tetangga (RT)
b. Rukun Warga (RW)
c. Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK)
d. Pelindung Masyarakat (Linmas)
e. Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)
f. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)
g. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)

5. Luas Wilayah Menurut Penggunaan

a. Luas Pemukiman = 612 ha/m2
b. Luas Persawahan = 40 ha/m2
c. Luas Perkebunan = 250 ha/m2
d. Luas Kuburan = 3 ha/m2
e. Luas Perkarangan = 14 ha/m2
f. Luas Taman = 3 ha/m2
g. Perkantoran = 1 ha/m2
h. Luas Prasaranan Umum = 2 ha/m2

6. Luas Tanaman Pangan Menurut Komoditas

a. Jagung = 2 ha
b. Padi Sawah = 40 ha
c. Ubi Kayu = 3 ha
d. Cabe = 1 ha

7. Jenis Populasi Ternak

a. Sapi dimiliki oleh 20 orang dan berjumlah 43 ekor
b. Kerbau dimiliki oleh 9 orang dan berjumlah 25 ekor
c. Babi dimiliki oleh 200 orang dan berjumlah 200 ekor
d. Ayam Kampung dimiliki oleh 400 orang dan berjumlah 3000 ekor
e. Kambing dimiliki oleh 7 orang dan berjumlah 34 ekor
f. Anjing dimiliki oleh 50 orang dan berjumlah 60 ekor

8. Potensi Air dan Sumber Daya Air

a. Mata Air berjumlah 20 unit dan dimanfaatkan oleh 339 KK
b. Air PDAM hanya dimanfaatkan oleh 50 KK

9. Sarana Transportasi Darat

a. Angkutan Desa = 1 Unit
b. Ojek = 12 Unit

Kepala Desa Wae Codi, Bonefasius Sel mengatakan, yang masih menjadi problem di Desa nya adalah air minum PDAM.

Menurutnya, air minum PDAM sama sekali belum menjangkau sampai ke anak kampung.

Karena itu ia meminta kepedulian Perumda Tirta Komodo untuk memperluas jaringan karena sumber mata air sudah ada.

“Yang susah itu air, sehingga kami butuh itu. Mata airnya sudah ada tinggal perluas lagi jaringannya” kata Kades Bonefasius.

Penulis: Berto Davids

Desa Wae Codi Kabupaten Manggarai Kecamatan Cibal Barat Manggarai
Previous ArticlePemprov NTT Bentuk Dua Klaster Dukung Ketahanan Pangan Lokal
Next Article Tujuh Awak Mobil Tangki di Manggarai Ditahan dalam Kasus Penjualan BBM Ilegal, Penyelidikan Dinilai Janggal

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.