Labuan Bajo, VoxNTT.com– Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Parekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat fasilitasi pendanaan dan pembiayaan untuk 10 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Manggarai Barat, Rabu, 5 November 2025.
Sekretaris Dinas Parekrafbud, Krispin Mesima mengatakan, kegiatan fasilitasi pendanaan dan pembiayaan tahun 2025 itu menyasar 10 UMKM yang ada di Kabupaten Manggarai Barat.
Kegiatan itu, kata dia, bertujuan untuk memberikan fasilitas pendanaan dan pembiayaan.
“Ini merupakan salah satu inisiatif dari Dinas Parekrafbud Manggarai Barat untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif dan telah berlangsung selama beberapa tahun. Kali ini, kami menargetkan sepuluh kelompok UMKM lokal,” ujar dia.
Selain itu, Krispin juga meminta UMKM di Labuan Bajo agar transparan soal harga makanan maupun produk yang dijual kepada wisatawan.
“Transparansi soal harga itu penting. Itu demi menjaga citra pariwisata Labuan Bajo,” ujar Krispin.
Menurut dia, semua pihak termasuk pelaku UMKM harus bisa menjaga kualitas pariwisata Labuan Bajo.
“Kita jaga image destinasi. Apapun yang dilakukan termasuk pelaku Ekraf harus bisa menjamin destinasi. Transparansi dan tata kelola itu penting. Begitu pun pelayanan,” tegasnya.
Sementara itu, Maria Goreti Jaimun Datang, salah seorang pelaku UMKM di bidang kuliner, mengapresiasi insiasi Disparekrafbud membantu pembiayaan usaha mereka.
Menurut dia, pelaku UMKM selama ini terkendala di biaya untuk pengembangan usaha.
“Bantuan dan kegiatan seperti ini sangat penting bagi saudara-saudara kami di Mbeliling dan sekitarnya. Permasalahan utama bagi pelaku UMKM di desa adalah kurangnya modal untuk memproduksi barang,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah memberikan akses bagi kelompok UMKM lokal untuk menitipkan produk mereka di beberapa lokasi strategis di Labuan Bajo.
Penulis: Sello Jome

