Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»KKBU Bandara Frans Sales Lega Ruteng Gelar Sosialisasi Dokumen Airport Emergency Plan
Ekbis

KKBU Bandara Frans Sales Lega Ruteng Gelar Sosialisasi Dokumen Airport Emergency Plan

By Redaksi10 November 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Bandar Udara Frans Sales Lega Ruteng Punto Widaksono, saat pose bersama dengan unit anggota komite penanggulangan keadaan darurat di Bandara Frans Sales Lega Ruteng (Foto: Isno Baco/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Komite Keamanan Bandar Udara (KKBU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Frans Sales Lega Ruteng menggelar rapat sosialisasi dokumen Airport Emergency Plan (AEP) di lantai dua kantor Bandara Frans Sales Lega Ruteng, Senin (10/11/2025).

Kepala UPBU Kelas III Frans Sales Lega Ruteng, Punto Widaksono, dalam sambutannya menjelaskan, rapat komite keamanan bandara merupakan pertemuan rutin antara pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga keamanan dan keselamatan di lingkungan bandara.

“Komite ini terdiri dari perwakilan dari otoritas bandara, maskapai penerbangan, pihak berwenang, dan entitas terkait lainnya,” ucap Punto saat membuka kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari pengesahan dokumen Airport Emergency Plan (AEP) oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Dokumen tersebut menginstruksikan Bandara Frans Sales Lega Ruteng bersama anggota komite untuk mendistribusikan AEP kepada seluruh instansi terkait, melakukan sosialisasi, dan melaksanakan penanggulangan keadaan darurat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Punto menegaskan bahwa dokumen AEP menjadi pedoman utama dalam menghadapi dan memulihkan kondisi ketika terjadi keadaan darurat di lingkungan Bandara Frans Sales Lega Ruteng.

“Untuk keadaan darurat, Airport Fire Fighting dan Rescue Section selama jam operasi secara otomatis akan menanggapi keadaan darurat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengoperasian Bandar Udara Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah IV Denpasar, I Putu Eka Budayasa, dalam paparannya menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kewajiban rutin seluruh bandara di Indonesia.

“Rapat komite ini adalah kewajiban dari Bandar Udara di seluruh Indonesia. Karena di Bandara itu ada dua komite yakni komite keamanan penerbangan dan komite penanggulangan keadaan darurat di Bandar Udara,” jelas I Putu Eka Budayasa.

Ia menambahkan, Bandara Frans Sales Lega Ruteng juga wajib melaksanakan rapat dan latihan penanggulangan keadaan darurat karena telah memiliki dokumen AEP yang mengatur tentang anggota komite, pelaksanaan latihan, serta koordinasi antarlembaga.

“Rapat ini dilakukan setiap tahun karena sesuatu aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (RI),” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap agar regulasi terkait pengoperasian bandara dapat diterapkan dengan baik sebagai bentuk kepatuhan terhadap standar keselamatan penerbangan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai, Stefanus Tawar, memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.

‎“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan di Bandara Frans Sales Lega Ruteng sehingga masyarakat yakin bahwa penerbangan di Ruteng aman dan lancar,” katanya.

Stefanus juga menekankan pentingnya pelaksanaan simulasi keadaan darurat secara berkala agar setiap petugas memiliki kesiapan optimal.

“Dengan latihan berkala, sumber daya manusia kita akan semakin terbiasa, cepat, dan tepat dalam mengambil keputusan. Kecepatan itu sangat menentukan keselamatan dalam menghadapi kebakaran, maupun bencana lainnya,” tutupnya.

Kontributor: Isno Baco

Bandara Frans Lega Ruteng Bandara Frans Sales Lega Manggarai
Previous ArticleBandara Frans Sales Lega Ruteng Usulkan Pembukaan Tiga Rute Penerbangan Baru
Next Article SMA Freinademetz Gelar Upacara Hari Pahlawan dan Pelantikan OSIS

Related Posts

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.