Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Negeri Binatang (Antologi Puisi Mikhael Wora)
Seni dan Budaya

Negeri Binatang (Antologi Puisi Mikhael Wora)

By Redaksi23 April 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mikael Wora
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

 

NEGERI BINATANG

Alkisah di sebuah negeri binatang

Sekelompok kucing diusir pergi dari dusun suci

Anjing-anjing lapar bahagia mendapat tulang kaki kursi

Mereka dibelai majikannya di atas ranjang kitab

Sambil lahap menjilat selangkangan bangsa

 

Saatnya pesta pora tikus-tikus berdasi

Hajatan besar meraup kertas

Toh, bagi mereka bangsanya seperti lumbung padi

Lagian para petani tak ada di lokasi

 

Begitulah sepenggal dongeng ayah sebelum tidur untukku

Kata ayah ini sekedar kisah ba(ng)sa-basi

Boleh percaya boleh tidak

Jika percaya, kata ayah aku harus tidur lelap lima tahun

Jika tidak, ayah akan tunjukkan buku miliknya berjudul:

“Negeri Binatang”

Dan sampul bukunya bergambar burung garuda

(Rahim Pancasila, 19/4/2017)

 

PEREMPUAN PUISI

-Memperingati hari Kartini

Karena perempuan adalah puisi

Potongan tubuhnya adalah huruf-huruf

Kesatuan jiwanya adalah kata-kata

Hasratnya adalah kalimat

Rindunya adalah baris

Senyumnya adalah bait

Dan ia urai sepanjang rambut

 

Dari rahimnya telah lahir puisi abadi:

“Habis gelap terbitlah terang”

(Krokowolon Beach, 21/4/2017)

*Mikhael Wora. Mahasiswa STFK Ledalero. Bergiat di komunitas sastra Djarum Scalabrini.

 

Previous ArticleKeluarga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Jalan Perbatasan Mengamuk di Rutan Kefamenanu
Next Article Kepada Malam yang Sunyi (Antologi Puisi Klemensia Angur)

Related Posts

Gubernur NTT: Tenun Ikat Bukan Sekadar Kain, Melainkan Identitas Daerah

14 Desember 2025

Bundaran Patung Kristus Raja Kumba Disulap Menjadi Lebih Semarak dan Berkilau di Malam Hari

12 Desember 2025

Sanggar Budaya Manggarai Gelar Pentas Sae, Danding, dan Caci di Kota Kupang

6 Desember 2025
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.