Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Infrastruktur Tidak Diperhatikan, Formasmur Nyatakan Lawan Ketidakadilan Pemkab Matim
HEADLINE

Infrastruktur Tidak Diperhatikan, Formasmur Nyatakan Lawan Ketidakadilan Pemkab Matim

By Redaksi23 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Formasmur melakukan pertemuan dan menyatakan sikap atas ketidakadilan yang mereka alami di kali Wae Musur
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Forum Masyarakat Sebelah Wae Musur (Formasmur), Kecamatan Rana Mese menyatakan siap melawan sikap ketidakadilan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim).

Sikap perlawanan Formasmur ini disampaikan lantaran Pemkab Matim dinilai belum memperhatikan infrastruktur di empat desa sebelah barat kali Wae Musur. Keempat desa tersebut yakni Satar Lahing, Torok Golo, Lalang, dan Satar Lenda.

Salah satunya bentuk ketidakadilan itu yakni, jembatan Wae Musur yang hingga kini belum dibangun oleh pemerintah.

Formasmur menilai pembangunan jembatan Wae Musur hanya sebatas janji manis pejabat-pejabat di Kabupaten Matim.

Selain itu, mereka menegaskan pembangunan bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) pada kenyataannya tidak memberikan sedikit pun keuntungan bagi masyarakat sebelah barat Wae Musur.

Komitmen bersama perlawanan oleh forum yang terdiri dari perwakilan empat desa dan para sarjana tersebut dilaksanakan di kali Wae Musur, Minggu (23/4/2017).

“Terkait pembangunan PLTMH, pembangunan jalan, jembatan, dan pembangunan lainnya. Kenyataan Ini terus terjadi sapai sekarang tanpa bukti. Jembatan Wae Musur dan akses jalan menuju desa-desa di sebelah (barat) Wae Musur tidak diperhatikan,” tegas Eduardus Ejo, Kordinator Formasmur saat deklarasi perlawanan di Wae Musur.

Di depan warga yang hadir, Ejo mengatakan saat ini empat desa sebelah barat Wae Musur sedang berperang melawan ketidakadilan Pemkab Matim.

Warga berperang bukan menggunakan bambu runcing, senjata, dan parang. Namun perang yang dimaksud yakni menggunakan saraf otak melawan ketidakadilan pemerintah.

“Sebenarnya kita belum merdeka, masih dijajah. Lebih baik dijajah seperti dulu daripada menikmati kemerdekaan yang semu,” ujar Ejo.

Lebih lanjut kata dia, praktik ketidakadilan Pemkab Matim terutama dalam pemerataan pembangunan infrastruktur selalu mengorbankan masyarakat di empat desa sebelah barat Wae Musur.

“Semestinya dengan kehadiran pembangunan PLTMH dimaksud harapannya bisa memberi harapan bagi masyarakat. Namun pada kenyataannya itu semua menjadi harapan hampa karena kehadirannya menambah sulit akses transportasi ke sebelah Wae Musur,” tegas Ejo.

Sementara Kades Torok Golo, Aleks Kandur ketika diminta tanggapannya menyampaikan apresiasi atas upaya dari anak muda sebelah barat Wae Musur yang tergabung dalam Formasmur tersebut

“Tidak perlu takut. Ini untuk kemajuan kita ke depan. Kita betul-betul menjadi korban pembanguan di daerah ini. Sebagai orang tua, saya dan masyarakat mendukung penuh. Ini upaya untuk kepentingan dan kebaikan kita bersama. Seratus persen mendukung,” ujar Aleks. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleVideo: Monolog “Perempuan Biasa” Getarkan Pantai Oesapa
Next Article Ruko Pasar Ruteng Terancam Mubazir, Ini Tanggapan DPRD Manggarai

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.