Kupang, VoxNTT.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ambrosius Kodo menyatakan dukungan penuhnya terhadap penyelenggaraan Ben Mboi Memorial Cup (BMMC) 2025.
Ia menilai turnamen tersebut sebagai ajang sportainment berskala besar yang tidak hanya menghadirkan kompetisi bola voli tingkat tinggi untuk menjaring atlet muda, tetapi juga membuka ruang edukatif dan kreatif bagi siswa SMA/SMK serta mengaktifkan peran UMKM dan komunitas ekonomi kreatif di NTT.
Dalam audiensi bersama Ketua Umum PBVSI NTT dan panitia penyelenggara BMMC 2025 pada Sabtu, 22 November, Ambrosius menegaskan, turnamen ini merupakan momentum penting bagi dunia pendidikan di daerah.
“BMMC tidak hanya fokus pada olahraga prestasi, tetapi juga menghadirkan wadah bagi siswa untuk bertumbuh dalam karakter, kreativitas, dan kedisiplinan,” katanya.
Menurutnya, kegiatan seperti BMMC perlu menjadi bagian dari pembelajaran non-formal yang mampu mengasah kecakapan hidup siswa. Nilai-nilai sportivitas, kerja sama tim, serta keberanian tampil di ruang publik dinilai sebagai elemen penting dalam pendidikan modern.
“Saya memaknai turnamen ini bukan sekadar pertandingan. Ini ruang bagi siswa kita untuk belajar disiplin, kerja sama, kreativitas, serta keberanian tampil di ruang publik yang positif,” ujarnya.
Ambrosius menambahkan, gagasan tersebut selaras dengan arah pembangunan pendidikan yang menekankan pembentukan karakter dan soft skills.
BMMC 2025 sendiri mengusung konsep Creative Sportainment, yaitu penggabungan pertandingan bola voli profesional dengan aktivitas seni, digital, dan kreativitas anak muda.
Ia menilai konsep ini sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21, karena siswa tidak hanya menerima materi akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kolaboratif lintas bidang yang memperkaya pengalaman belajar mereka.
Salah satu kegiatan yang mendapat dukungan besar dari Dinas Pendidikan adalah Modern Dance Competition tingkat SMA/SMK se-Kota Kupang.
Kompetisi ini menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan bakat, karya, dan kreativitas di hadapan publik.
Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut dinilai mampu memperkuat literasi seni, kemampuan koreografi, kerja tim, hingga rasa percaya diri para peserta.
Tidak hanya menghadirkan ruang seni, BMMC 2025 juga menyediakan Zona UMKM dan Creative Market, yang membuka peluang kolaborasi antara sekolah, pelaku UMKM, dan komunitas ekonomi kreatif.
“Siswa dapat melihat secara langsung bagaimana kreativitas dan produk lokal dikembangkan, dipasarkan, dan diapresiasi di sebuah event besar. Dinas Pendidikan memandang hal ini sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang jarang ditemukan di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ambrosius juga mengajak seluruh kepala sekolah, guru, serta siswa SMA/SMK di Kota Kupang dan seluruh NTT untuk berpartisipasi aktif serta memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan BMMC 2025.
Ia menegaskan, kegiatan ini sejalan dengan misi pendidikan NTT dalam membentuk generasi unggul, kreatif, dan kompetitif.
Dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan, BMMC 2025 diyakini akan menjadi pengalaman sportainment yang sarat manfaat, serta mendorong pemberdayaan ekonomi dan kreativitas di kalangan pelajar maupun masyarakat luas.
Event ini juga dipandang sebagai pilar penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif, inovatif, dan bergerak maju bersama olahraga, UMKM, serta komunitas kreatif di NTT.
Penulis: Ronis Natom

