Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sport»Polemik Honor Pemain dan Staf Persematim di ETMC Ende 2025 Mencuat ke Publik
Sport

Polemik Honor Pemain dan Staf Persematim di ETMC Ende 2025 Mencuat ke Publik

By Redaksi3 Desember 20256 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Skuad Persematim di Turnamen ETMC Ende Tahun 2025. (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Polemik terkait honor pemain dan staf Persematim Manggarai Timur yang berlaga pada Piala Gubernur El Tari Memorial Cup (ETMC) Ende 2025 mencuat ke publik setelah sejumlah pihak menyampaikan kekecewaan melalui media sosial. Mereka menilai honor yang diterima tidak memadai untuk kebutuhan selama dua bulan berada di Ende.

Salah satu pemain Persematim, Yon Jeradu, meluapkan kekecewaannya melalui media sosial.

“Oh Persematim eme toe ma dana asi kat ikut turnamen, bayar denda kaut,” tulisnya dalam bahasa daerah, yang berarti “Persematim lebih baik tidak usah ikut turnamen kalau tidak ada dana, lebih bagus bayar denda saja.”

Jeradu juga mengungkapkan kekecewaan karena tidak pernah masuk dalam starting line up sejak Pra ETMC hingga turnamen berlangsung.

“Berharap pulang dari Ende bawa uang banyak. Sudah toe ma pernah masuk line up, toe ma sesuai kole tiba seng, oleh ae nuk agu waktu data, dua bulan itu tidak gampang,” tulisnya.

Kekecewaan serupa disampaikan Yanto Susanto, staf teknis yang bertugas sebagai kitman Persematim. Ia bahkan menyebut diperlakukan tidak layak selama berada di Ende.

“Diperlakukan seperti budak, segala pengorbanan dan keringat kami tidak dihargai sama sekali. Ketika hak dan kewajiban kami dituntut satu per satu hilang dari permukaan. Lalu omelan dan keluh kesa kami mau sampaikan ke siapa?????” tulisnya.

Unggahan keduanya mendapat respons puluhan warganet yang menaruh perhatian serius terhadap masalah ini.

Dikonfirmasi terpisah, salah satu pengurus kontingen Persematim, Syrilus Fensi Antang, menjelaskan bahwa seluruh pemain dan staf menerima honor dalam jumlah yang sama, yakni Rp2.000.000 per orang.

Ia mengaku tidak memahami alasan Jeradu meluapkan kekecewaannya. “Saya tidak paham tuntutannya sih Yon Jeradu itu, padahal dia sudah dapat honor Rp. 2 juta plus sepatu 1 set dan baju 3 set. Selama dua bulan juga makan pakai cahtering,” kata Fensi.

Terkait keluhan Jeradu soal tidak pernah masuk starting line up, Fensi menegaskan, keputusan teknis merupakan wewenang pelatih.

Ia menyebut Jeradu kalah bersaing dari dua pemain senior, Rojo dan Aro.

“Yon tidak masuk skuad karena memang kalah bersaing dengan Rojo dan Aro, apalagi ada kelebihan kuota senior. Tidak mungkin pelatih turunkan Yon Jeradu ketimbang Rojo dan Aro, mereka posisinya sama,” ungkapnya.

Menurut Fensi, kekecewaan Jeradu lebih dipengaruhi faktor psikologis karena tidak mendapat kesempatan bermain.

“Tetapi itulah dia, tidak sadar diri bahwa Rojo dan Aro lebih hebat. Kalau ngotot honor sih tidak mungkin, saya pikir kali ini lumayan mereka terima,” ujarnya.

Fensi juga menanggapi pernyataan Yanto Susanto yang mengaku diperlakukan seperti budak. Ia menepis tudingan tersebut dan menyebut Yanto justru tidak menjalankan tugas dengan baik.

“Dia hanya sebagai kitman dalam struktur kepelatihan, tetapi di Ende kerja hanya makan tidur. Saya kecewa sama komentarnya Yanto di medsos, manusia tidak tahu terima kasih,” katanya.

Ia menambahkan, honor Yanto dibayarkan bertahap karena dana belum sepenuhnya cair.

“Honornya Yanto itu ada hanya terimanya per tahap karena uang sementara belum cair. Pusing juga, honor kita masih cari ternyata dia sudah WA ke mana-mana,” tegasnya.

VoxNtt.com juga menghubungi Ketua Kontingen Persematim, Sis Mbalur, namun ia menolak memberi tanggapan dan menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Askab Manggarai Timur, Egi Asa.

“Toe lite, tanggung jawab honor itu ada di Pa Ketua Askab Egi Asa dan Bendahara,” ujarnya melalui pesan singkat.

Dihubungi terpisah, Egi Asa mengatakan tidak mengetahui secara detail total anggaran yang dibawa ke Ende, namun memperkirakan jumlahnya mencapai sekitar Rp160 juta lebih, berasal dari sumbangan KONI, Persematim Mania, DPRD, dan pihak lainnya.

Ia menilai anggaran tersebut tidak mencukupi kebutuhan tim selama dua bulan.

“Anggaran itu belum cukup, belum, belum cukup, pokoknya belum cukup,” tegasnya.

Terkait honor pemain, Egi menyebut pembayarannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan kontingen karena tidak ada aturan PSSI yang mengatur honor pemain untuk Liga 4.

“Tidak ada dalam aturan PSSI untuk honor pemain liga 4, semuanya kami beri berdasarkan kondisi keuangan yang ada. Karena itu saya minta pemain jangan komplain lagi soal ini, bersyukur saja dengan jumlah yang sudah terima,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelum menerima honor terakhir, para pemain sudah menerima Rp300.000 per orang, serta perlengkapan seperti sepatu dan kaus kaki telah disediakan.

“Sebelum terima honor terakhir ini kami sudah kasih Rp300.000 per orang, tambah beli sepatu dan kaos kaki, ternyata itu juga belum cukup bagi mereka. Kami juga kadang pusing lagi mau urus,” kata Egi.

Menanggapi pernyataan Yanto mengenai pengurus yang disebut “hilang satu per satu”, Egi membantah.

“Kalau dibilang kami hilang satu persatu saya katakan tidak. Sekali lagi tdk ada istilah hilang satu persatu. Kontingen persematim waktu pulang turun langsung di Rujab Bupati Manggarai Timur dan makan bersama lanjut dengar arahan Pa Bupati kemudian lanjut rapat evaluasi,” tegasnya.

Egi berharap masyarakat dan pecinta sepak bola Manggarai Timur tidak terprovokasi oleh isu yang beredar di media sosial.

Manager Persematim, Salesius Medi, melalui surat terbukanya menulis:

Kepada Yth.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur
Melalui KONI Manggarai Timur dan Askab PSSI Manggarai Timur
Serta seluruh masyarakat pecinta sepak bola Matim

Dengan hormat,

Sebagai Manajer Persematim, saya merasa perlu menyampaikan klarifikasi dan suara hati terkait kondisi tim saat ini. Perlu saya tegaskan bahwa Persematim bukan milik pribadi seorang manajer, tetapi merupakan tim kebanggaan Kabupaten Manggarai Timur yang berada di bawah naungan Pemerintah Daerah melalui KONI dan Askab PSSI. Karena itu, setiap tanggung jawab terkait pembinaan, pendanaan, dan pemenuhan hak-hak tim adalah bagian dari kewajiban lembaga yang menaunginya.

Hingga hari ini, masih terdapat hak pemain dan official yang belum terpenuhi, khususnya terkait honor dan kebutuhan dasar selama mengikuti kompetisi. Sebagai manajer, saya telah berupaya semaksimal mungkin untuk menutup kekurangan dengan kemampuan pribadi, namun perlu dipahami bahwa saya tidak mungkin dan tidak pantas memikul seluruh beban pendanaan, karena tim ini adalah aset daerah, bukan milik individu.

Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dukungan Ketua DPRD Manggarai Timur yang telah menyampaikan aspirasi sebesar 100 juta rupiah. Namun dukungan tersebut belum mencukupi seluruh kebutuhan tim, sehingga kami sangat berharap adanya perhatian serius dan langkah nyata dari Pemerintah Daerah melalui KONI dan Askab untuk memastikan hak-hak pemain dan official segera dipenuhi sebagaimana mestinya.

Pemain dan official telah bekerja keras membawa nama baik Kabupaten Manggarai Timur. Mereka layak mendapatkan apresiasi dan dukungan yang setara dengan perjuangan mereka di lapangan.

Demikian surat terbuka ini saya sampaikan demi transparansi dan tanggung jawab moral kepada publik sepak bola Manggarai Timur. Harapan kami, Pemerintah Daerah beserta lembaga terkait dapat segera mengambil langkah konkret demi kelangsungan dan martabat Persematim sebagai tim kebanggaan kita bersama.

Penulis: Berto Davids

El Tari Memorial Cup ETMC ETMC 2025 ETMC Ende Persematim
Previous ArticleKasus Kematian Guru Vian Ruma Masih Misterius, PGRI Nagekeo Desak Polisi Percepat Penyelidikan
Next Article Polres Mabar Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Tanah, Laporan Marsel Agot Gugur

Related Posts

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Bursa Calon Ketua  Taekwondo NTT Menghangat, Empat Nama Mencuat Jelang Musprov 2026

2 Maret 2026

Ridwan Sujana Angsar Maju di Bursa Ketua Umum Taekwondo NTT Jelang Musprov

2 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.