Kupang, VoxNTT.com – Program Magister Manajemen Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menghadirkan praktisi industri sebagai bagian dari pengayaan kurikulum. Pada Rabu, 3 Desember 2025, Founder dan CEO PT Filosi Exider Inovasi (Filosi Group), Erwin Alexander, menjadi dosen tamu dalam agenda Praktisi Mengajar.
Dalam sesi bertajuk “Founder Story: Practical Strategies for Building and Scaling a Business”, Erwin membagikan pengalaman membangun Filosi Group di tengah pesatnya perkembangan digital.
Ia memaparkan perjalanan awal merintis usaha dengan modal terbatas, menjalankan berbagai peran sekaligus, hingga kini Filosi Group memiliki lebih dari 40 karyawan tetap, ratusan tenaga freelance, dan empat unit bisnis.
Erwin menekankan pentingnya value creation sebagai fondasi kewirausahaan. Menurutnya, profit merupakan konsekuensi dari kemampuan menciptakan nilai dan dampak positif bagi pasar.
Ia juga menguraikan sejumlah tantangan yang umum dihadapi pebisnis pemula, seperti membangun usaha tanpa investor, pengelolaan finansial dan SDM, ketergantungan pada pendiri, perang harga, serta kebutuhan membangun merek yang kuat.
Erwin berharap pengalamannya dapat memperluas perspektif mahasiswa S2 untuk menjadi pemimpin dan wirausahawan yang adaptif serta berorientasi inovasi.
Pihak kampus menyambut baik keterlibatan praktisi dalam proses pembelajaran. Kaprodi Magister Manajemen UNWIRA, P. Dr. Paskalis Seran, SVD, MBA, menyebut kehadiran praktisi merupakan kebutuhan sekaligus anjuran dari kementerian.
“Kuliah praktisi bagi kami sangat penting karena praktisi datang bukan hanya membawa pengetahuan yang banyak, tetapi juga pengalamannya yang berharga,” ujar Pater Paskal.
“Itu pasti lebih berbicara pada mahasiswa kami dan menginspirasi mereka dalam kewirausahaan.”
Ia menambahkan bahwa kisah nyata dan keputusan-keputusan penting dalam membangun usaha sangat membantu membangkitkan semangat wirausaha mahasiswa.
“Apa yang Erwin sampaikan sangat menegaskan apa yang sudah kami pelajari,” tutupnya.
Sesi diskusi berlangsung aktif, ditandai dengan antusiasme mahasiswa yang mengajukan berbagai pertanyaan.
Program Magister Manajemen UNWIRA menilai kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kompetensi lulusan agar mampu menjadi wirausahawan inovatif dan relevan dengan kebutuhan industri digital. [VoN]

