Ruteng, VoxNTT.com – Kapolres Manggarai, AKBP Hendri Syaputra, menegaskan akan menindak tegas setiap anggota kepolisian yang terbukti terlibat dalam penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal.
Ia menekankan, segala bentuk keterlibatan aparat dalam aktivitas melawan hukum tidak akan ditoleransi.
“Keterlibatan dalam penjualan BBM ilegal, atau menjadi backing kegiatan melawan hukum, atau tindakan lain yang merugikan masyarakat itu pasti kita akan melakukan tindakan tegas,” ujarnya saat memberikan arahan kepada seluruh personel Polres Manggarai dalam apel pagi di halaman Mapolres Manggarai, Senin, 8 Desember 2025.
Menurut Hendri, tindakan pelanggaran seperti itu tidak hanya merusak citra institusi, tetapi juga merugikan masyarakat. Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan secara serius.
“Tindakan semacam itu tidak boleh terjadi dan harus dicegah sejak dini,” tegasnya.
Selain menyoroti praktik penjualan BBM ilegal, AKBP Hendri Syaputra juga menegaskan pentingnya pencegahan penyalahgunaan narkoba di internal kepolisian.
Ia memerintahkan seluruh perwira pengawas untuk memastikan tidak ada anggota yang terlibat dalam penggunaan maupun peredaran narkoba.
“Tidak boleh ada toleransi bagi personel yang terlibat narkoba, baik sebagai pengguna maupun pengedar,” katanya.
Ia turut meminta para atasan di tiap satuan untuk mengawasi anggotanya agar tidak terlibat dalam perjudian, baik judi online maupun judi konvensional, karena dinilai dapat merusak integritas dan kedisiplinan anggota Polri.
Sikap tegas Kapolres Manggarai ini mendapat dukungan dari DPRD Kabupaten Manggarai. Anggota Fraksi Demokrat, Lexy Armanjaya, mengapresiasi langkah tersebut.
“Tentu kita apresiasi dengan pernyataan ini, kalau terbukti ada oknum polisi yang membacking dalam penjualan BBM ilegal di Manggarai itu harus proses secara adil tanpa pandang bulu,” ujarnya kepada VoxNtt.com, Senin sore.
Lexy menegaskan, penindakan tidak boleh tebang pilih. Ia menyerukan agar Polres Manggarai menindak semua pihak yang terlibat dalam praktik ilegal tersebut.
“Saya mendukung penuh langkah Polres Manggarai untuk menindak pelaku penyalahgunaan BBM. Namun, jangan hanya satu atau dua orang saja yang ditindak, sementara yang lain dibiarkan bebas beraksi. Ini yang membuat masyarakat kecewa,” kata anggota Komisi A DPRD Manggarai itu.
Menurut Lexy, praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM yang tidak diberantas secara menyeluruh berpotensi menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga di masyarakat.
“Saya minta Polres Manggarai untuk lebih tegas dan menyeluruh dalam menindak para pelaku penyalahgunaan BBM. Kalau tidak, kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum bisa luntur,” ujarnya.
Kontributor: Isno Baco

