Ruteng, VoxNtt.com – Ari Susi (48), perantau asal Jawa Tengah, telah menghabiskan satu dekade hidupnya sebagai pedagang bahan pokok di Manggarai.
Ketika ditemui VoxNtt.com pada Selasa, 8 Desember 2025, ia tengah menanti pembeli di Pasar Inpres Ruteng, Kelurahan Pitak, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.
“Sudah berjualan sejak tahun 2015 di Pasar Inpres Ruteng,” ungkap Ari.
Selama sepuluh tahun berdagang, Ari merasakan pendapatan yang tidak stabil. Namun ia tetap bersyukur atas rezeki yang diterimanya setiap hari.
Ia mengaku telah melewati banyak tantangan dalam mencari nafkah.
“Namanya orang jualan, tidak selalu untung. Kadang di bawah tapi alhamdulillah, sehari itu pasti ada. Intinya jangan bilang tidak ada, pasti ada itu. Tidak mungkin untung terus, pasti besok naik, besoknya turun, tidak menentu,” kisah ibu dua anak itu.
Ari menjual berbagai bahan pokok, antara lain bawang merah, bawang putih, beras, cabai, hingga minyak goreng.
Awalnya ia berdagang secara keliling mengikuti hari-hari pasar di Manggarai. Namun kondisi pasar yang semakin sepi dan faktor usia membuatnya memilih menetap di Pasar Inpres Ruteng.
“Dulu saya berjualan keliling disetiap pasar, awalnya dulu rame tapi lama-kelamaan agak sepi, saya faktor usia juga tidak terlalu kuat untuk jalan juga. Jadi saya memilih berjualan di sini,” katanya.
Memasuki Bulan Suci Ramadan, tantangan baru muncul bagi pedagang seperti Ari. Banyak rumah makan dan usaha katering menutup layanan, sehingga permintaan bahan pokok menurun.
“Kalau untuk bulan Ramadhan, rumah makan dan katering banyak yang libur, jadi pasti berpengaruh,” ujarnya.
Meski begitu, Ari tetap bersyukur. “Tapi alhamdulillah, meskipun begitu, tetap ada pemasukan. Biasanya rezeki datang dari pelanggan lain,” kisahnya.
Ari berharap Pasar Inpres Ruteng kembali ramai seperti dulu. Ia menilai menurunnya jumlah pengunjung membuat banyak pedagang memilih berjualan di bahu jalan, yang kemudian semakin mengurangi aktivitas di dalam pasar.
Ari turut merinci beberapa harga bahan pokok yang dijualnya di Pasar Inpres Ruteng: Minyak goreng Minyak Kita kemasan jeriken 8 liter naik dari Rp80 ribu menjadi Rp90 ribu. Bawang merah yang sebelumnya Rp25 ribu per kilogram kini menjadi Rp45 ribu. Bawang putih naik dari Rp20 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram. Kacang tanah meningkat dari Rp15 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.
Menurut Ari, kenaikan harga bawang merah dan bawang putih terjadi karena ia menjual kualitas terbaik yang sudah disortir lebih bersih.
Puluhan tahun berdagang membuat Ari memahami betul bahwa usaha kecil tidak selalu menghadirkan keuntungan besar. Namun ia tetap menjalani pekerjaannya dengan tekun dan penuh harapan.
Dengan semangat dan ketekunan, ia terus menjalankan usahanya dengan harapan pasar bisa kembali ramai dan pendapatannya semakin stabil.
Kontributor: Isno Baco

