Ruteng, VoxNTT.com – Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian hari kedua terhadap seorang remaja berusia 13 tahun bernama Armada W. Jeferson yang dilaporkan tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menjelaskan, kejadian bermula pada Minggu pagi. Pada pukul 08.00 Wita, korban bersama teman-temannya datang ke Air Terjun Tiwu Pai untuk berwisata.
Menurut Fathur, sekitar pukul 09.30 Wita korban melompat ke kolam air terjun dan kemudian tenggelam.
Informasi kejadian tersebut selanjutnya diterima Kantor SAR, yang langsung mengerahkan personel ke lokasi.
Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat diberangkatkan menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat.
Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan potensi SAR setempat untuk melakukan upaya pencarian.
“Pagi ini Tim Rescue bersama potensi SAR yang berada di lokasi kejadian melaksanakan pencarian,” kata Fathur kepada wartawan, Senin, 12 Januari 2026.
Dalam operasi pencarian, tim SAR melakukan penyelaman dengan kedalaman sekitar 3 hingga 5 meter di area kolam air terjun.
Selain itu, penyisiran juga dilakukan di sepanjang aliran sungai Air Terjun Tiwu Pai.
Namun hingga pukul 15.00 Wita, korban belum berhasil ditemukan. Tim SAR Gabungan memastikan pencarian akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan kondisi lapangan dan cuaca di sekitar lokasi kejadian.
Diberitakan sebelumnya seorang pelajar kelas IX SMP Fransiskus Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, bernama Armendo W. Jeferson, 14 tahun, dilaporkan tenggelam di lokasi wisata air terjun Tiwu Pai, Wontong, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat, Minggu, 11 Januari 2026. Hingga Minggu siang, korban masih dalam proses pencarian.
Camat Reok Barat, Tarsi Asong mengatakan, korban berasal dari Orong, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, dan tinggal di Asrama SMP Fransiskus Ruteng.
Menurut dia, korban mengunjungi Tiwu Pai pada Minggu pagi bersama rombongan berjumlah 11 orang, terdiri atas delapan laki-laki dan tiga perempuan.
Hingga kini, kata Tarsi, kronologi awal kejadian belum diketahui secara pasti. Proses pencarian masih dilakukan oleh masyarakat setempat dengan peralatan terbatas.
“Proses pencarian sedang berlangsung menggunakan tenaga masyarakat dan sampai sekarang masih belum ditemukan,” ujar Tarsi kepada VoxNtt.com, Minggu siang.
Ia menambahkan, pihak kecamatan tengah membangun komunikasi dengan tim SAR untuk membantu pencarian apabila korban belum ditemukan hingga petang.
Kondisi di lokasi, menurut dia, cukup menyulitkan upaya pencarian. Debit air sedang tinggi dengan arus yang deras, sementara peralatan yang tersedia terbatas.
“Lagi bangun komunikasi dengan tim SAR, kondisi air masih penuh dan arus besar, peralatan juga seadanya saja sehingga cukup susah carinya. Aparat TNI/Polri sudah terjun langsung,” ujar Tarsi.
Berdasarkan video yang beredar, warga Desa To’e tampak membantu proses pencarian dengan alat seadanya seperti bambu dan kayu. Aparat TNI dan Polri juga terlihat berada di lokasi untuk mendukung upaya pencarian.
Penulis: Isno Baco

