Ruteng, VoxNTT.com – Basarnas Labuan Bajo resmi menghentikan operasi SAR terhadap pelajar SMP Fransiskus Ruteng, Kabupaten Manggarai, Armendo W. Jeferson (14) yang tenggelam di Tiwu Pai pada Minggu, 11 Januari 2026 lalu.
Penghentian operasi SAR ini dilakukan pada Sabtu, 17 Januari setelah pihak Basarnas melalukan berbagai upaya pencariannya selama 7 hari sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Namun, sampai saat ini korban yang berasal dari Orong Welak, Kabupaten Manggarai Barat itu belum ditemukan.
Pranata Pencarian dan Pertolongan Basarnas Labuan Bajo, Yudha Pradana Kusuma, mengatakan masa pencarian telah dilakukan secara maksimal. Operasi SAR dihentikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selama tujuh hari operasi, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, relawan, serta masyarakat setempat telah melakukan pencarian intensif. Namun hingga hari terakhir, korban belum berhasil ditemukan.
“Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil,” ujarnya.
Yudha menjelaskan, pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Kondisi cuaca yang masih diguyur hujan dan disertai angin kencang, serta debit air sungai yang tinggi, menyulitkan proses pencarian dan membatasi jarak pandang penyelam.
“Dalam pencarian tim SAR gabungan melibatkan Pos SAR Manggarai Barat, Direktorat Polairud Polda NTT, Pos TNI AL Reo, Polsek Reo, Koramil 1612/02 Reo, BPBD Kabupaten Manggarai, aparat desa, serta masyarakat setempat,” katanya.
“Pencarian dilakukan melalui penyisiran permukaan air, penyelaman, dan penyisiran bantaran sungai,” katanya lagi.
Dengan berakhirnya operasi SAR, pihak keluarga bersama masyarakat setempat diharapkan dapat melanjutkan pencarian secara mandiri dan terus memberikan perkembangan ke aparat setempat.
Kapolsek Reo, Ipda Joko Sugiarto mengatakan, upaya terakhir pencarian korban tenggelam di Tiwu Pai menggunakan jalur adat Manggarai yang berasal dari Rumah Gendang Desa To’e.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga hari ketujuh resmi ditutup.
Penulis: Berto Davids

