Ruteng, VoxNTT.com – Pengerjaan bahu jalan di jalur Bandara Frans Sales Lega menuju Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, yang dikerjakan kontraktor CV Sarana Karya Utama, menuai sorotan dari warga setempat.
Warga menilai kualitas pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan sistem drainase dan berpotensi menimbulkan masalah teknis di kemudian hari.
Sorotan itu disampaikan Yulianus, warga yang berdomisili tepat di lokasi pengerjaan. Pada Jumat, 16 Januari 2026, ia menilai kondisi bahu jalan terlihat tidak rapi dan tidak selaras dengan struktur drainase yang ada.
“Kelihatannya tinggi rendah, tidak rata dan ada kemiringan. Bahu jalan serta badan jalan hotmixnya sangat tidak sesuai dengan drainase,” tutur Yulianus.
Ia juga menyoroti metode pengerjaan bahu jalan di sisi kiri badan jalan yang disebut tidak melalui proses penggalian terlebih dahulu.
Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan lemahnya proses pemadatan.
“Yang bagian kiri ini mereka tidak pakai gali, diduga cor langsung dari tanah, sehingga ada indikasi kuat bahwa proses pemadatannya tidak dilakukan,” tutur Yulianus.
Selain itu, Yulianus menilai jarak antara bahu jalan dan drainase terlalu jauh, serta pengerjaan rabat beton terkesan tidak menyeluruh.
“Jarak antara bahu jalan dan drainase juga sangat jauh, mereka cor tidak sambung, hanya ambil setengah saja. Terlepas begitu memang perencanaannya tetapi kami menduga banyak yang tak sesuai,” tuturnya lagi.
Ia juga menyebut sejumlah bagian di sisi kiri dan kanan jalan tidak dikerjakan secara permanen. Padahal, menurut dia, pekerjaan hotmix seharusnya dibangun utuh dari sudut ke sudut.
“Eta keta ulu tite, saya lihat pengerjaan ini tidak sesuai standar konstruksi, yang lain tidak dibuat permanen, misalnya ho ngali tetapi rabat yang mereka cor hanya sebatas saja, ini yang membuat proyek bahu jalan dan hotmix sudah salah secara teknis,” ungkapnya.
Yulianus menyayangkan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut dikerjakan dengan kualitas yang dinilai buruk.
Ia khawatir hasil pekerjaan itu tidak akan bertahan lama, terutama jika intensitas hujan meningkat.
Menanggapi keluhan tersebut, kontraktor CV Sarana Karya Utama, Jemmy menyatakan, pengerjaan hotmix dan bahu jalan dari pertigaan Bandara Frans Sales Lega menuju Kelurahan Karot telah rampung.
Ia mengakui proyek tersebut masih berstatus Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP), namun pekerjaan bahu jalan telah selesai pada 14 Januari 2026.
Saat ini, pihaknya hanya menunggu hasil uji kuat tekan beton di laboratorium Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai.
Terkait keluhan warga, Jemmy menyebut pihaknya berencana menambah volume pekerjaan sepanjang sekitar 200 meter dari arah Bandara menuju Karot.
“Karena ada komplain dari masyarakat, jadi kita ada rencana kerja tambah cor rabat 200m diluar volume yang ada sekarang,” kata Jemmy.
Penambahan volume itu, kata dia, akan dilakukan dengan pengecoran beton di sisi kanan jalan dari arah Karot menuju Bandara. Ia menjelaskan, pada tahap awal pengerjaan, rabat beton memang tidak dibuat penuh, hanya sepanjang 500 meter.
Hal tersebut, menurut Jemmy, dilakukan karena adanya pipa air yang tertanam di dalam tanah.
“Kita mau pakai gali tetapi persoalannya banyak pipa air, takut untuk ambil risiko,” katanya.
Ia menambahkan, pekerjaan hotmix tersebut tersebar di sembilan ruas jalan di dalam Kota Ruteng. Hingga kini, proyek itu masih menyisakan sekitar 20 persen pekerjaan minor.
“Waktu hitung progres per tanggal 27 Desember 2025 lalu saat selesai kontrak realisasi pekerjaan 93%”. Karena pekerjaan aspal menurut dia belum diuji quality dan core drill, jadi konsultan dan direksi minta hanya bisa terprogres 85%,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan mekanisme pencairan anggaran proyek tersebut.
“Pencairan keuangan Desember kemarin potong lagi 5% retensi. Jadi hanya cair 80%. Sisa 20% baru bisa terbayar nanti di bulan Mei,” jelasnya lagi.
Penulis: Berto Davids

