Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Paskalis Bruno Syukur Pilih Mundur dari Uskup Bogor Demi Persatuan Gereja
Pojok Info

Paskalis Bruno Syukur Pilih Mundur dari Uskup Bogor Demi Persatuan Gereja

By Redaksi20 Januari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Monsinyur Paskalis Bruno Syukur OFM
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bogor, VoxNTT.com – Suasana Pusat Pastoral Keuskupan Bogor terasa berbeda pada Senin sore, 19 Januari 2026. Puluhan imam Keuskupan Bogor berkumpul dalam ibadat sore yang berlangsung di lantai empat gedung tersebut.

Dalam suasana doa dan keheningan itu, Monsinyur Paskalis Bruno Syukur OFM secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Uskup Bogor. Pengumuman itu disampaikan langsung di hadapan para imam yang hadir dalam ibadat sore tersebut.

Monsinyur Paskalis menegaskan bahwa keputusan mundur dari jabatan uskup bukan diambil secara tergesa-gesa. Ia menyampaikan pengunduran diri itu dengan sikap tenang dan penuh rasa syukur.

Menurut dia, Gereja bukan milik manusia, melainkan milik Kristus, sehingga setiap keputusan dalam Gereja harus ditempatkan dalam kerangka iman dan ketaatan.

“Di balik setiap keputusan administratif, saya mengimani ada tangan Tuhan yang sedang merajut rencana-Nya,” katanya.

“Saya menerima ini dengan sukacita batin, karena ketaatan kepada Takhta Suci adalah janji yang saya pegang teguh.”

Pengunduran diri Monsinyur Paskalis tersebut telah diterima oleh Paus. Ia menyebut peristiwa ini bukan semata-mata sebagai proses administratif, melainkan sebagai pengalaman iman yang bersifat pribadi dan mendalam.

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman,” ujar Monsinyur Paskalis.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung berbagai isu dan tuduhan yang sempat diarahkan kepada dirinya dan Keuskupan Bogor.

Menurut dia, Paus telah mengutus seorang Visitator Apostolik untuk menyelidiki seluruh dugaan tersebut. Dari hasil penyelidikan itu, kata dia, tidak ditemukan kebenaran atas tuduhan-tuduhan negatif yang beredar.

Meski demikian, di tengah situasi yang penuh tekanan, Monsinyur Paskalis memilih untuk mengundurkan diri.

Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan didasarkan pada rasa bersalah, melainkan karena cintanya kepada Gereja dan demi menjaga persatuan umat.

Baginya, jabatan dalam Gereja bukan sesuatu yang harus dipertahankan dengan segala cara. Jabatan hanyalah titipan, sedangkan kesatuan Gereja merupakan nilai yang jauh lebih berharga.

Pada ibadat sore itu, Monsinyur Paskalis hadir mengenakan jubah sederhana khas Ordo Fransiskan.

Ia mengenang teladan Santo Fransiskus Asisi yang berani melepaskan kehormatan duniawi demi menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah.

Monsinyur Paskalis Bruno Syukur OFM lahir di Ranggu, Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada 17 Mei 1962. Ia ditahbiskan sebagai imam pada 2 Februari 1991.

Pada 21 November 2012, ia dipilih menjadi Uskup Keuskupan Bogor dan kemudian ditahbiskan sebagai uskup pada 22 Februari 2014. [VoN]

Keuskupan Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur Paskalis Bruno Syukur Uskup Bogor
Previous ArticleUsai Telan Korban, Air Terjun Tiwu Pai Ditutup Sampai Mei 2026
Next Article Mgr Paskalis Bruno Syukur Mundur dari Jabatan Uskup Bogor, Ini Pesan Perpisahannya

Related Posts

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Jenazah WNA Asal Kanada yang Tewas di Labuan Bajo Diterbangkan ke Bali 

26 Februari 2026

Sehari Hari Hilang, Seorang Nelayan di Maumere Ditemukan Tewas

18 Februari 2026
Terkini

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.