Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Fraksi Demokrat DPR RI Tolak Hak Angket KPK
NASIONAL

Fraksi Demokrat DPR RI Tolak Hak Angket KPK

By Redaksi27 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Konfresi pers Fraksi Demokrat DPR RI menyikapi usulan pengguliran hak angket untuk KPK membuka rekaman BAP Miryam S Haryani, tersangka pemberi keterangan palsu e-KTP
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT- Fraksi Partai Demokrat DPR RI menolak usulan pengguliran hak angket untuk KPK membuka rekaman BAP Miryam S Haryani, tersangka pemberi keterangan palsu e-KTP. Usulan itu digulirkan Komisi III DPR RI.

“Hak angket bisa mengarah pada pelemahan KPK dalam penegakan hukum pemberantasan korupsi atau mengganggu pemberantasan korupsi. Fraksi Partai Demokrat berpendapat  hak angket pada saat ini tidak tepat waktu, sehingga dengan demikian Fraksi Partai Demokrat  tidak setuju pelaksanaan hak angket terhadap KPK,” demikian disebutkan Fraksi Demokrat DPR RI dalam press release yang salinannya diterima VoxNtt.com, Kamis (27/4/2017) malam.

Fraksi Demokrat menegaskan, klarifikasi terhadap penggunaan kewenangan luar biasa KPK dalam pemberantasan Korupsi dan penegakan hukum perlu dilakukan.

Namun hak tersebut dapat dilakukan dengan cara dan mekanisme yang lain yang dimungkinkan UU, tanpa mengganggu iklim pemberantasan korupsi.

“PD (Partai Demokrat) hingga saat ini tetap konsisten membela dan mengawal KPK sebagai garda atau institusi terdepan dalam pemberantasan korupsi,” sebut Fraksi Demokrat.

Lebih lanjut, fraksi partai besutan Susilo Bambang Yudoyono itu menjelaskan, KPK harus dikoreksi agar lebih cermat dan akuntabel dalam penggunaan-penggunaan kewenangannya untuk memberantas korupsi serta tidak pandang bulu.

“FPD (Fraksi Partai Demokrat) mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama mengawasi kerja KPK sehingga KPK benar-benar menjadi institusi yang kredibel, akuntabel,dan tidak tebang pilih serta adil dalam melaksanakan tugasnya memberantas korupsi,” tegas Fraksi Demokrat. (AA/VoN)

 

Nasional
Previous ArticlePemda Sikka Diminta Sediakan Alat Ukur Capaian RPJMD
Next Article Ini Komentar Pelaku Pariwisata Soal Tour de Flores

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026

Benny Harman: Jurnalis Berperan Jaga Hukum dan Pluralisme di Labuan Bajo

10 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.