Ruteng, VoxNTT.com – Jenazah Theresia Siba, 56 tahun, korban yang terseret arus Sungai Wae Lokom di Kampung Toda, Desa Lemarang, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, akhirnya ditemukan pada Senin, 9 Februari 2026. Korban sebelumnya dilaporkan hanyut pada Minggu, 8 Februari 2026.
Usai ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, keluarga korban menolak dilakukan autopsi.
Kapolsek Reo, Ipda Joko Sugiarto mengatakan, keluarga yang diwakili oleh suami korban telah menerima kematian Theresia dengan ikhlas.
Menurut Joko, keluarga korban juga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan penuntutan hukum sebagai bentuk pernyataan resmi.
Jenazah korban saat ini disemayamkan di rumah duka di Dusun Toda, Desa Lemarang, sambil menunggu proses pemakaman yang direncanakan berlangsung pada Selasa, 10 Februari 2026.
Joko turut menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Ia juga memberikan penguatan serta mendoakan agar arwah almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
Joko menjelaskan, proses pencarian dilakukan sejak Senin pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Sekitar 20 warga bersama Bhabinkamtibmas Desa Lemarang serta satu personel TNI Angkatan Laut menyisir alur Sungai Wae Lokom.
Dari hasil pencarian tersebut, jenazah korban ditemukan oleh seorang warga bernama Yohanes Leonardi, 35 tahun.
“Korban ditemukan sekitar ±1 kilometer dari lokasi awal terhanyut, dalam keadaan meninggal dunia, dengan posisi tersangkut pada bebatuan dan batang kayu yang melintang di sungai,” kata Joko.
“Saat ditemukan, pakaian dan sarung yang dikenakan korban telah terlepas dari tubuh korban,” tambahnya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah duka di Dusun Toda. Setibanya di lokasi, dilakukan penyerahan jenazah dari pihak kepolisian kepada keluarga korban.
Penyerahan tersebut disaksikan oleh mantan Camat Reok Barat Tarsisius Asong, Kasat Polairud Polres Manggarai AKP Yosef Suyitno Soloilur, perwakilan Kapolsek Reo AIPTU Sidik, Kapospol Reok Barat AIPTU Jemadin, Danpos Potmar TNI-AL Reo Serka Alfianus Gunawan Bangkur, Babinsa Lemarang Serda Alam, serta Kepala Desa Lemarang Kornelis Ardian Osong.
Sebelumnya, mantan Camat Reok Barat, Tarsi Asong, mengatakan korban ditemukan setelah para tu’a adat Lumpung Toda melaksanakan ritual adat pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 Wita.
“Tadi pagi tu’a adat Lumpung Toda melaksanakan ritual adat sekitar pukul 07.00 pagi dan disertai bunyi gong gendang. Selang 2 jam kemudian tepatnya jam 10.00 korban ditemukan,” ujar Tarsi Asong dalam pesan singkat kepada VoxNtt.com, Senin siang.
Penulis: Berto Davids

