Kupang, VoxNTT.com — Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur tengah menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi proyek insinerator limbah medis milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT senilai Rp 5,6 miliar. Sejumlah pihak, termasuk aparatur sipil negara (ASN), telah dimintai keterangan dalam proses penyelidikan tersebut.
Kepala Kejati NTT, Roch Adi Wibowo menegaskan, penanganan perkara itu masih berjalan dan penyidik terus mengumpulkan alat bukti.
“Untuk kasus dugaan Tipikor proyek insinerator limbah medis milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) senilai Rp 5,6 miliar, sedang berproses dan penyelidikan sementara dilakukan oleh penyidik,” kata Kajati NTT, kemarin.
Ia memastikan perkara tersebut akan dituntaskan. “Kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek insinerator limbah medis milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) senilai Rp5,6 miliar, dipastikan tuntas,” tegas Roch.
Periksa ASN
Kepala Seksi Penyidikan Kejati NTT, Kirenius Tacoy mengatakan, tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) telah memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan korupsi proyek tersebut. Pemeriksaan juga menyasar ASN pada DLHK Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Sejumlah pihak terkait sudah diperiksa oleh penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) termasuk oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTT,” kata Kirenius, Rabu, 25 Februari 2026.
Menurut dia, penyidik masih mendalami dugaan korupsi dalam pekerjaan insinerator limbah medis tersebut.
“Kami terus mendalami adanya dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam proyek insinerator limbah medis milik DLHK Provinsi NTT senilai Rp5,9 miliar,” ungkap Kasi Dik Kejati NTT yang akrab disapa Rey Tacoy ini.
Rey menambahkan, penyidik akan memanggil seluruh pihak yang diduga terkait dengan proyek insinerator limbah medis milik DLHK Provinsi NTT tersebut guna memperjelas konstruksi perkara.
Penulis: Ronis Natom

