Oelamasi, VoxNTT.com – Jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Amarasi dan Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, putus sejak Minggu, 8 Maret 2026. Kerusakan terjadi setelah deker di wilayah Oekaunoe roboh akibat hujan deras dengan intensitas tinggi.
Ambruknya deker membuat aliran air melintasi badan jalan dan menggerus struktur jalan. Hampir separuh badan jalan di bagian timur ikut runtuh ke tepi.
Pantauan VoxNtt.com pada Rabu siang, 11 Maret 2026, kendaraan roda empat dari dan menuju Amarasi Timur tidak dapat melintasi jalur tersebut.
Camat Amarasi Timur, Anitha Anutani mengatakan jalan itu merupakan satu-satunya akses yang mendukung aktivitas ekonomi dan transportasi masyarakat Amarasi Timur. Kondisi tersebut menyebabkan arus transportasi di kedua wilayah lumpuh.
Pada kesempatan yang sama, Anita yang memantau lokasi menjelaskan bahwa langkah perbaikan secara cepat dilakukan agar warga tidak terisolasi.
“Meski secara administratif berada di wilayah Amarasi, jalan ini memiliki peran vital bagi mobilitas warga Amarasi Timur,” pungkasnya.
Menurut Anitha, perbaikan sementara dilakukan secara swadaya pada Rabu, 11 Maret 2026, bersama personel Polsek Amarasi Timur dan Polsek Amarasi, anggota TNI, serta masyarakat setempat.
“Ini satu-satunya akses. Jika terputus, otomatis masyarakat kami di sana bisa terisolir. Saat ini kita pasang bronjong untuk menahan aliran air agar kerusakan tidak semakin meluas,” ungkap Anitha.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kupang untuk penanganan permanen. Gorong-gorong yang direncanakan untuk lokasi tersebut saat ini sedang dalam proses pengiriman dari Surabaya.
“Kerusakan ini sebenarnya dampak panjang dari badai Seroja beberapa tahun lalu. Selama ini hanya ditimbun sementara, sehingga puncaknya sekarang jalan ini putus total,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Amarasi, Basilio Pereira, menyatakan personel kepolisian telah dikerahkan sejak hari pertama untuk mengamankan lokasi dan membantu pengaturan lalu lintas. Garis polisi juga dipasang untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.
“Hari ini kita bersama warga melakukan aksi nyata bergotong royong. Jalur ini sangat penting untuk perjalanan lintas kecamatan, jadi harus segera bisa dilewati kembali secara fungsional,” jelas Basilio.
Kapolsek Amarasi Timur, Ipda Fransiskus X. Lanto, yang turut turun bersama anggotanya memperbaiki jalan, mengatakan perbaikan dilakukan secara swadaya dengan melibatkan masyarakat dan pengguna lalu lintas.
Camat Amarasi bersama aparat keamanan setempat juga hadir memantau pekerjaan di lokasi guna memastikan proses perbaikan berjalan lancar sehingga aktivitas transportasi diharapkan dapat segera pulih.
Penulis: Ronis Natom

