Ruteng, VoxNTT.com – Kelompok Tani (Poktan) Laudato Si Stasi St. Padre Pio Kenda menerima bantuan dana subsidi dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PSE Keuskupan Ruteng RD. Jossy Erot di Stasi St. Padre Pio Kenda, Selasa, 17 Maret 2026.
Sebelum penyerahan, Romo Jossy menjelaskan dana itu merupakan wujud solidaritas umat yang dihimpun selama masa prapaskah melalui Aksi Puasa Pembangunan (APP). Ia menegaskan, Komisi PSE Keuskupan hanya berperan sebagai penyalur.
“Dana ini bersumber dari aksi solidaritas kita semua. Gereja melalui Komisi PSE Keuskupan hanya sebagai penyalur,” katanya.
Menurut dia, sebesar 30 persen dana APP yang dikumpulkan umat di seluruh keuskupan dikirim ke KWI, lalu dikembalikan dalam bentuk bantuan bersubsidi dengan nilai lebih besar untuk masing-masing keuskupan.
“Ini sebagian manfaat dari dana APP yang kita kumpulkan,” ujar Romo Jossy.
Ia menambahkan, berbagai bantuan yang disalurkan Karitas Keuskupan juga bersumber dari dana APP. Karena itu, pertobatan yang dijalankan umat tidak hanya bersifat personal, tetapi juga diwujudkan dalam solidaritas untuk membantu sesama.
Romo Jossy menekankan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan ekonomi anggota kelompok tani, tetapi juga dari tumbuhnya solidaritas.
Ia berharap kelompok tersebut berkembang dan menjadi fondasi bantuan bagi pihak lain.
Dalam kesempatan yang sama, Pastor Paroki Karot RP. Bonivantura Y. Lelo, OFM meminta Poktan Laudato Si bertanggung jawab dalam mengelola bantuan tersebut.
Ia juga menyatakan akan mengawal implementasi program agar berjalan sesuai ketentuan dari PSE Keuskupan.
“Untuk itu, mari kita jemput program ini dan bersama-sama mewujudkannya sebagai gereja yang sinodal,” kata Pater Bovan.
Ketua Poktan Laudato Si Kenda, Robertus Salim, menyambut baik bantuan tersebut.
“Terima kasih pada pihak keuskupan melalu Komisi PSE yang mempercayakan kami mengelola dana bantuan ini,” ungkap Robi.
Ia menyatakan akan bertanggung jawab memanfaatkan dana tersebut untuk pengembangan ekonomi kelompok tani.
Adapun dana bantuan yang diterima sebesar Rp32 juta, yang akan digunakan untuk budi daya ternak kambing dan hortikultura.
Penyerahan bantuan ini turut dihadiri Pastor Rekan Paroki St. Fransiskus Karot RP. Rio Edison, OFM, Ketua PSE Paroki Karot, Ketua Stasi Kenda Fridolin Ngitung, serta Penyuluh Agama Katolik dari Kantor Kementerian Agama Manggarai, Siprianus Kantus. [VoN]

