Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Urus Nasib Guru Honor, Gubernur NTT Diduga Tebang Pilih
VOX GURU

Urus Nasib Guru Honor, Gubernur NTT Diduga Tebang Pilih

By Redaksi2 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya diduga tebang pilih dalam mengurus nasib guru honor SMA dan SMK di provinsi itu.

Seorang guru di Manggarai Timur  (Matim) yang tak mau menyebutkan namanya ketika ditemui VoxNtt.com di Borong, Selasa (2/5/2017) mengatakan Gubernur NTT dianggap tebang pilih dalam mengurus nasib guru honorer di NTT.

“Kami menduga gubernur NTT tebang pilih dalam mengurus nasib guru honor setelah dialihkan ke provinsi,” katanya.

Berdasarkan informasi yang ia peroleh, sudah diumumkan nama-nama guru honor yang mendapat SK Gubernur. Mereka diangkat berdasarkan SK Bupati sebelum dialihkan ke provinsi.

“Ini jelas-jelas melanggar hukum karena ada aturan yang mengatur tentang seorang Bupati tidak boleh mengeluarkan SK. Namun Gubernur tidak menghiraukan itu. Pak Gubernur langsung mengangkat tenaga honor yang sebelumnya mendapat SK Bupati,” kata guru itu.

Di lain sisi lanjut dia, ada banyak kategori tenaga honorer di NTT yang tidak diakomodir.  Ada honorer Bosda, Komite dan THL yang tidak mendapat SK Bupati sebelumnya justru tidak diakomodir pemerintah provinsi NTT.

“Kami mempertanyakan itu, sebab kami sama-sama bekerja  mencerdaskan anak bangsa di daerah ini,” tegasnya.

“Kalau mau adil jangan tetapkan SK Gubernur untuk tenaga honorer yang didasarkan SK Bupati sebelumnya. Lalu yang THL, Bosda dan Komite mau dikemanakan,” tambah guru itu.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Gubernur Lebu Raya belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan guru tersebut. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticlePusam Duga Ada Konspirasi Polisi dan DPRD Ende Terkait Kasus Penyuapan
Next Article PMKRI Ende Kutuk Tindakan Represif Polisi Makassar Terhadap Aktivis

Related Posts

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.