Labuan Bajo, VoxNTT.com – Sebanyak lima siswi Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Stella Maris Labuan Bajo untuk pertama kalinya terpilih mengikuti program magang di Jepang. Program tersebut menjadi sejarah baru bagi sekolah itu melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan dan mitra pelatihan.
Kepala SMKS Stella Maris, RD. Ignasius Azevedo Viarez menjelaskan, program tersebut merupakan yang pertama kali dijalankan dan terbentuk melalui afiliasi dengan SMK Mitra Industri MM2100 Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, serta Keuskupan Agung Jakarta.
“Dari kerja sama ini, ada banyak hal yang dilahirkan termasuk mengadakan kelas khusus Bahasa Jepang di SMKS Stella Maris Labuan Bajo yang dibimbing oleh Ibu Krista Guru Bahasa Jepang dan Ibu Maria Virgin Bagian Humas Hubind SMK,” jelas Servi sapaan Ignasius kepada VoxNtt.com, Sabtu, 25 April 2026.
Ia mengatakan, minat siswa terhadap kelas khusus tersebut sangat tinggi. Dari banyaknya pendaftar, sebanyak 23 siswa akhirnya terpilih mengikuti kelas khusus Bahasa Jepang.
Menurut Servi, kelas khusus itu bertujuan mempersiapkan peserta didik agar dapat mengikuti program magang di Jepang. Dari 23 peserta, sebanyak 11 orang dinyatakan lolos tes awal Medical Check Up (MCU) di SMKS Stella Maris Labuan Bajo.
“Dari 23 peserta ini, yang lolos tes Medical Check Up (MCU) awal di SMK Stella Maris Labuan Bajo berjumlah 11 orang,” katanya.
Sebelas peserta tersebut kemudian mendapatkan pembinaan pengetahuan dan fisik dari tim pemagangan Jepang. Mereka terdiri atas enam siswa laki-laki dan lima siswi perempuan. Kelima siswi itu merupakan peserta didik kelas XII yang baru saja tamat.
“Kami langsung dibantu oleh pihak LPK Horenso Indonesia sendiri, LPK yang selama ini telah memiliki surat izin resmi dan telah lama bekerja sama dengan SMK MIMM2100 dalam pengiriman tenaga magang ke Jepang juga beberapa bulan lalu berkolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Manggarai Barat,” ujarnya.
Servi menjelaskan, pada batch pertama, kelima siswi tersebut mendapat panggilan langsung dari LPK Horenso Indonesia untuk mengikuti pembelajaran bahasa dan budaya Jepang di Jakarta. Pada 22 April 2026, mereka menjalani wawancara dengan pihak industri Jepang dan dinyatakan lulus.
“Ke-5 siswi terbaik ini lulus tes interview dan tanggal 30 April mendatang kelimanya bersama dengan 160 orang temannya di LPK akan dilepaskan secara sah untuk magang ke Jepang,” ungkapnya.
Dalam waktu dekat, para peserta akan menyiapkan berbagai dokumen keberangkatan seperti visa, paspor, dan pemeriksaan kesehatan akhir sebelum diberangkatkan ke Jepang.
“Dalam beberapa hari mendatang mereka akan mempersiapkan dokumen-dokumen penting seperti visa, pasport, pemeriksaan kesehatan (MCU) final dan lain-lain sebelum mereka berangkat magang ke Jepang,” lanjut dia.
Servi menambahkan, berdasarkan kontrak yang telah ditandatangani, kelima siswi tersebut akan menjalani masa magang selama tiga tahun dengan gaji berkisar Rp12 juta hingga Rp16 juta per bulan.
Sementara itu, enam siswa lainnya masih menunggu jadwal keberangkatan ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan lanjutan di LPK Horenso Indonesia.
“Untuk 6 orang siswa masih menunggu jadwal keberangkatan ke Jakarta untuk pelatihan bahasa dan budaya Jepang lebih lanjut di LPK Horenso Indonesia. Kami berharap keenam siswa ini juga bisa mengikuti jejak kelima siswi yang sudah lolos interview user ini,” tutupnya.
Penulis: Sello Jome

