Kupang, VoxNTT.com – Dalam rangka memperingati Hari Perawat Sedunia 2026, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Kupang bersama Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI RSUD Prof. W.Z. Yohannes Kupang menggelar kegiatan donor darah dan penyuluhan kesehatan pada Selasa, 12 Mei 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di lantai tiga Gedung Phoenix RSUD Prof. W.Z. Yohannes Kupang itu melibatkan DPD PPNI Kota Kupang, DPK PPNI RSUD Prof. Yohannes Kupang, serta DPK PPNI Alam Kota. Selain tenaga kesehatan, kegiatan tersebut juga diikuti masyarakat Kota Kupang.
Ketua DPK PPNI RSUD Prof. Yohannes Kupang sekaligus Ketua Panitia Donor Darah, Richardus Lagamukang, menyampaikan terima kasih kepada Direktur RSUD Prof. W.Z. Yohannes Kupang yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Ini merupakan kegiatan donor darah kali ketiga dan melibatkan DPK SE Kota Kupan,” kata Richardus.
Richardus mengatakan kegiatan donor darah menjadi bentuk pengabdian sosial perawat kepada masyarakat sekaligus menunjukkan sisi lain profesi perawat di tengah berbagai sorotan terhadap pelayanan kesehatan.
“Isu sekarang itu perawat memberikan pelayanan kurang ramah. Kami menginisiasi kegiatan ini bukan hanya memberikan pelayanan tapi juga mengabdikan diri hingga tetes darah,” katanya.
Ia menjelaskan kegiatan donor darah juga bertujuan membantu keluarga pasien yang kerap kesulitan memperoleh stok darah. Selain itu, kegiatan sosial tersebut dinilai penting karena sertifikat kegiatan sosial menjadi salah satu syarat administrasi bagi tenaga kesehatan dalam pengurusan perpanjangan kontrak kerja.
Sementara itu, Ketua DPD PPNI Kota Kupang, Agustinus Ara, mengatakan peringatan Hari Perawat Sedunia menjadi momentum refleksi bagi seluruh perawat atas pengabdian di ruang pelayanan kesehatan.
Ia berharap para perawat tetap menjadi cahaya dalam perjuangan profesi masing-masing, meskipun penghargaan terhadap profesi perawat di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur, dinilai belum sepenuhnya diberikan.
“Di Indonesia bahkan di NTT Penghargaan tidak sepenuhnya diberikan,” jelas Agustinus.
Agustinus juga menyampaikan apresiasi kepada para perawat yang dinilainya tetap bekerja dengan penuh kesabaran dalam melayani pasien.
“Untuk hari yang selalu sabar mendengar keluhan,” katanya.
Selain itu, ia menilai tantangan pelayanan kesehatan saat ini menuntut perawat memiliki kontribusi lebih besar melalui peningkatan kompetensi dan profesionalitas.
“Tangan perawat tidak bisa diganti dengan perkembangan zaman apapun,” katanya.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Penunjang Layanan Medis RSUD Prof. W.Z. Yohannes Kupang, Maria Theresia Roseni Mbindy, yang mewakili Direktur RSUD Prof. W.Z. Yohannes Kupang.
Maria menyampaikan apresiasi kepada seluruh perawat atas dedikasi dan pelayanan yang telah diberikan kepada masyarakat.
“Melihat tema perayaan HUT perawat hari ini memberikan makna yang sangat dalam,” katanya.
Menurut dia, keberadaan perawat yang berdaya dan profesional sangat penting dalam meningkatkan produktivitas layanan kesehatan.
“Terima kasih untuk profesional dari perawat,” pungkasnya.
Penulis: Ronis Natom

